Oleh: Mimin Mintarsih

Mediaoposisi.com-Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskankembali alasan pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diantaranya karena organisasi initelah menyalahiPancasila sila ke-3. Menurutnya HTI hendak mendirikan negara didalamnegara Indonesia.Konsep dan tujuan HTI bertentangan denganapa yang dianut Indonesia yang didirikan oleh pendiri dan penggagas negara bangsa. HTI pun menginginkan bordeless atau bangsa tanpa batas negara.

Pernyataan Wapres lebih tepatnya tuduhan sepihak tentang HTI dan Khilafah patut untuk ditanggapi dan dikritisi. Pasalnya ucapan sang wapres tersebut tidak sesuai dengan fakta tentang HTI dan bertentangan dengan konsep khilafah yg hakiki. Pernyataan itu juga sangat dangkal dan tendesius.
Namun, tuduhan itu sepertinya tidak berlaku bagi kelompok separatis OPM ( Organisasi Papua Merdeka ) yg secaranyatatelah merongrong NKRI dengan mengangkat senjata dan melawan aparatserta membunuh masyarakat sipil. Apalagi dalam AD/ART nya, OPM dengan jelas telahmencantumkan tujuannya untuk memisahkan diri dari NKRI.

Namun mengapa Pemerintah tidak segera menumpasnya? Mengapa tudingan ini hanya di alamatkan pd HTI? Apakahkeinginan untuk  menggabungkan bangsa-bangsa dalam satu wilayah dan administrasi tanpa sekat2 negaradalam sistem  khilafah itu salah? Padahal bangsa-bangsa Eropa pun bersatu untuk sama-sama menerapkan sistem kapitalis. Jika di dunia ada ada negara kapitalisatau komunis,apakah salah jika umat islamingin bersatu dalam satu negara yaitu khilafah Islamiyah.

Dengan adanya Khilafah, persatuan yang hakiki akan bisa terwujud untuk menyatukan bangsa-bangsa dan negara-negara. Pemeluk Agama lain bahkan bisa hidup secara damai tanpa di usik kenyakinannya. Islam rahmatan lil'alamin akan terwujud secara nyata bagi seluruh umat manusia.Dan itu terbuktidengan berkuasanya Kekhilafahan selama 13 Abad dengan tersebarnya peninggalan-peninggalan peradaban islam di 2/3 dunia. Itulah mengapa Khilafah Islam layak untuk diperjuangkan.[MO/sr]

Posting Komentar