Oleh : Eva Yulia

Mediaoposisi.com-FIN.CO.ID, JAKARTA – Ulama Lebanon, Syeikh Zubair Utsman Al Ju’aid mengajak umat Islam di Indonesia tidak tergoda dengan sistem pemerintahan kekhalifahan. Sebab, di masa kini model pemerintahan itu justru bisa menyebabkan ketidakstabilan.

“Jangan terpecah, terkecoh dan terpengaruh dengan rayuan mendirikan negara khilafah,” kata Syeikh Zubair dalam peringatan Maulid Nabi Muhmmad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (8/12).
Ketua Organisasi Jamiat Al Amal Al Islamy Lebanon itu mengatakan, Indonesia dengan sistem demokrasi saat ini sudah baik dalam mengakomodir nilai-nilai ke-Islaman. Zubair memuji sistem demokrasi di Indonesia yang bisa bersanding dengan Islam secara selaras.

Islam yang dipraktekkan di Indonesia, kata Zubair, merupakan contoh baik yang sejalan dengan demokrasi. Indonesia merupakan negara yang aman sehingga tidak ada kepentingan mendesak sistem kekhalifahan didirikan di Indonesia.

Menurut dia, sistem demokrasi di Indonesia sudah menerapkan syariah yang baik. “Saat ini, kita berada di negara yang aman dan nyaman, berdemokrasi dalam bingkai yang sah. Kita berada di negara bersyariat, tetapi dalam bingkai demokrasi. Inilah gambaran pemerintahan Islami,” paparnya.(ant/fin)

Dimana letak sistem pemerintahan kekhalifahan itu menyebabkan ketidakstabilan? Memangnya ada sistem lain yang lebih baik dan terbukti dari sistem pemerintahan khilafah? Kenyataannya sistem demokrasi yang digunakan sekarang tidak ada sedikitpun kesejahteraan dan keadilan. Baik itu dari segi pemerintahan, ekonomi, politik, pendidikan, jual beli semua hancur berantakan tidak terkendalikan. Pemerintahan demokrasi gagal mensejahterakan umat.

Namun sejarah membuktikan tentang adanya khilafah dalam sejarah kehidupan umat Islam telah diabadikan dalam kitab-kitab Tarikh yang ditulis oleh ulama terdahulu hingga ulama mutakhir. Dalam sejarah khilafah tidak ada hukum lain yang diterapkan, kecuali hukum Islam.

Dalam seluruh aspek kehidupan, baik segi pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, sanksi hukum dan politik luar negeri, semuanya merupakan sistem Islam. Inilah khilafah yang diakui oleh kaum Muslim di seluruh dunia sebagai negara mereka. Khilafah Berjaya selama 14 abad lamanya dan kemudian runtuh pada tanggal 3 maret 1924 M.

Bukti bahwa semakin hari rezim semakin panik akan tegaknya khilafah di bumi Allah SWT. Meski ditolak meski kedatangannya tak diinginkan tapi janji Allah khilafah akan tegak kembali. Sesuai dengan HR.Ahmad

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengang-katnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya.

Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.”

Masalahnya adalah ingin menjadi pemain yang memperjuangkan Khilafah itu tegak, atau menjadi penonton yang hanya berdiam diri tanpa peduli. Ingin jadi pejuang yang siap memperjuangkan Islam dan berdiri di shaf terdepan walaupun musuh datang menghadang, atau ingin jadi pecundang yang menghalalkan segala cara untuk mennghambat kedatangannya. Apapun itu khilafah adalah ajaran Islam yang menyelamatkan kehidupan masyarakat.[MO/ge]

Posting Komentar