Oleh: Tri S, S.Si
(Penulis Pemerhati Perempuan & Generasi)

Mediaoposisi.com-Ulama Lebanon Syeikh Zubair Ustman Al Ju’aid mengajak umat Islam di Indonesia tidak tergoda dengan sistem pemerintahan kekhilafahan karena di masa kini model pemerintahan itu justru bisa menyebabkan ketidak stabilan .

Ketua Organisasi Jamiat Al Amal Al Islamy Lebanon itu mengatakan Indonesia dengan sistem demokrasi saat ini sudah baik dalam mengakomodir nilai-nilai ke-Islaman. Zubair Memuji sistem demokrasi di Indonesia yang bisa bersanding dengan Islam secara selaras. Islam yang dipraktekkan di Indonesia menurutnya, merupakan contoh baik yang sejalan dengan demokrasi Indonesia juga meupakan negara yang aman sehingga tidak ada kepentingan mendesak sistem kekhilafahan didirikan di Indonesia.

Lebih dari itu, menurut dia, sistem demokrasi di Indonesia sudah menerapkan syariah yang baik. Dalam kesempatan itu, Zubair mengingatkan umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan dimanapun berada.

Disisi lain, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengadakan pertemuan dengan Ustaz Abdul Somad di kediamannya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Di kesempatan itu, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan khilafah merupakan ajaran Islam yang tak perlu ditakuti. Din menilai khilafah merupakan salah satu bagian dari ajaran Islam yang berasal dari Alquran.

“Khilafah itu, ajaran Islam yang tak perlu ditakuti”, kata Din usai pertemuan dengan Ustaz Abdul Somad di kediamannya di Jakarta Selatan ( Kumparan.com/3/11/2018).

Menurut Din, Khilafah itu ajaran Islam. Ajaran Alquran, disebut oleh Alquran. Ajaran tersebut semestinya dilihat sebagai salah satu ajaran Islam yang penting untuk diketahui. Ketika ada ulama mubaligh berbicara tentang khilafah, itu harus dilihat itu ajaran Islam yang penting. Khilafah sesungguhnya bukanlah istilah asing dalam khasanah keilmuan Islam. Menurut Wahbah az-Zuhaili, khilafah adalah imamah Kubra dan Imarah al-Mu’minin merupakan istilah-istilah sinonim dengan makna yang sama (Az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu,, 9/881).

Menurut Dr. Mahmud al-Khalidi (1983), khilafah adalah kepemimpinan umum  atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan syariah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia (Al-Khalidi, Qawa’id Nizham al Hukm fi al-Islam, hlm.226). Karena merupakan istilah Islam, Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam sebagaimana shalat, puasa, zakat, haji, dan lainnya. Apalagi menegakkan khilafah, adalah wajib menurut syariah Islam.

Bahkan Khilafah merupakan “taj’al-furud (mahkota kewajiban)”. Pasalnya, tanpa Khilafah sebagai-mana saat ini- sebagian besar syariat Islam dibidang pendidikan, ekonomi, sosial, pemerintahan, politik, politik luar negeri, hukum/peradilan, dsb terabaikan. Di bidang pendidikan, misalnya negara menerapkan sisitem pendidikan sekuler. Di bidang ekonomi, negara menerapkan sistem ekonomi kapitalisme-neoliberal. di bidang sosial, negara mengadopsi HAM Barat sehingga zina, dan LGBT dibiarkan dan tidak dianggap kriminal.

Karena itu tentu aneh bin ajaib jika Pemerintah dan mereka yang dijuluki sebagai ulama dan pakar ketatanegaran Islam ingin membuktikan bahwa Khilafah bukan ajaran Islam. Peradaban Islam telah memberikan tinta emas dalam perjalanan kehidupan manusia dalam berbagai aspek.

Kemajuan ilmu pengetahuan hingga kesejahteraan masyarakat turut menjadi catatan gemilang ketika peradaban Islam tegak di muka bumi ini. Peradaban Islam tersebut adalah masa dimana Islam menjadi pedoman dalam segala lini kehidupan rakyat dengan kesempurnaan aturan yang ada di dalamnya dan tegak dalam satu institusi politik Khilafah Islamiyyah.

Kegemilangan ini bukan muncul karena kebetulan atau isapan jempol belaka apalagi hanya retorika semata. Namun itu salah satu hikmah dan rahmat yang Allah jaminkan ketika setiap aturan diterapkan secara utuh tanpa memilah-milih. Sebagaimana ada kaidah yang mengatakan bahwa setiap ada syariah, maka pasti akan ada maslahat.

Itulah kemudian yang menjadikan Khilafah Islamiyyah secara Imani dan alami akan memberikan keterjaminan berkah dan maslahat bagi kehidupan manusia, dan termasuk di dalamnya kesejahteraan. [MO/ge]

Posting Komentar