Oleh : Novia Listiani 
(Aktivis Muslimah Peduli Umat)

Mediaoposisi.com- Akhir-akhir ini, perilaku menyimpang kembali terjadi pada generasi milenial kita. Ditemukan fenomena remaja yang meminum air rebusan pembalut. Hal ini sangat mencuri perhatian publik, sehingga ramai diperbincangkan. Pasalnya meminum air rebusan pembalut ini menjadi sebuah tren baru dikalangan remaja di Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jakarta.

Banyak laporan soal remaja yang kecanduan meminum air rebusan pembalut. Mereka mengonsumsi air rebusan pembalut sebagai pengganti narkoba. Banyak remaja mengalami mabuk atau nge-fly setelah meminum air rebusan tersebut. Bahkan remaja di Jawa Tengah sampai rela mengais di tempat sampah agar mendapatkan pembalut bekas untuk direbus. Ironisnya, penggunanya adalah remaja usia 13 - 16 tahun.

Maraknya perilaku menyimpang ini dinilai sangat mengkhawatirkan. Kepala BNN Jawa Barat, Brigjen Sufyan Syarif menjelaskan aktivitas tersebut merupakan modus baru dalam penyalahgunaan bahan kimia. Dari laporan yang diterima, Bekasi menjadi daerah paling aktif mengonsumsi minuman tersebut. Bahkan juga di Bogor, Karawang, Sukabumi, Bandung. Namun baru-baru ini banyak terjadi di Jawa Tengah.

Ahli kimia farmasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Drs Mufti Djusnir, MSi, Apt mengatakan bahwa terdapat dua zat yang terkandung dalam pembalut yaitu zat penyerap air dan antiseptik atau chlorine yang juga bersifat antimikroba (www.republika.co.id). Menurutnya, reaksi zat yang terkandung dalam pembalut itu menyebabkan penyalaguna menjadi pusing, yang dianggap nge-fly. Padahal pusing karena keracunan.

Hal ini turut direspon oleh BNN Provinsi Lampung guna melakukan pencegahan. Menurutnya efek narkotika atau fly dari rebusan pembalut wanita tersebut saat ini belum bisa dipastikan. Namun yang jelas untuk efek merusak kesehatan pasti ada. Karena pembalut wanita mengandung bahan yang berbahaya untuk tubuh. Apalagi direbus dan pembalutnya bekas. Justru itu akan semakin membahayakan. Untuk saat ini kasus meminum air rebusan pembalut itu belum ditemukan di Lampung.

Ada apa dengan generasi remaja kita saat ini. Kenakalan remaja yang semakin marak terjadi merupakan akibat dari pergaulan bebas. Berawal dari rasa keingintahuan dan ajang coba-coba, mengikuti teman sepergaulannya. Mereka tidak lagi menggunakan akal sehat untuk berpikir. Sampai melakukan eksperimen rebusan pembalut wanita untuk diminum sebagai pengganti narkoba. Yang dirasa bisa nge-fly dengan meminum air rebusan tersebut. Sungguh menyedihkan sekali keadaan remaja saat ini. Mereka terbawa arus kebebasan sampai kebablasan demi  kesenangan dan kepuasan semata.

Inilah dampak ketika remaja tidak paham apa makna kebahagiaan yang hakiki. Tentu sebagai generasi muslim seharusnya paham apa itu kebahagiaan. Kebahagiaan yang hakiki adalah tatkala tahu apa tujuan manusia diciptakan. Sadar bahwa kemaksiatan akan membawa pada kehidupan yang menyengsarakan. Sebaliknya ketika manusia taat maka kebahagiaan yang hakikilah yang akan didapatkan.

Selain itu krisisnya keimanan dan ketakwaan individu juga menjadi penyebab perilaku penyimpangan ini. Remaja tidak mempunyai benteng ketahanan diri dalam menghadapi arus digital yang membawa dampak buruk bagi mereka. Informasi yang didapat pun tidak mereka filter terlebih dahulu. Apakah informasi itu baik untuk diikuti atau tidak. Sementara peran orang tua juga sangat penting dalam hal ini. Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya membuat anak bebas melakukan apa saja di luar rumah. Tidak adanya  penanaman akidah membuat anak tidak mempunyai standar dalam melakukan perbuatan. Yang penting mereka senang dan puas tanpa memikirkan apa yang dilakukan itu berbahaya atau tidak.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap perilaku penyimpangan ini yaitu masyarakat di lingkungan sekitar. Peran serta masyarakat menjadi hal yang penting dalam mencegah adanya perilaku penyimpangan yang terjadi pada remaja. Terlebih penyimpangan dari aturan pencipta. Penyimpangan ini adalah masalah yang serius, bukan hanya dicegah namun juga diberantas. Agar tidak ada lagi kasus-kasus yang serupa terjadi.

Maka dalam hal ini, negara  mempunyai peranan penting dalam menangani masalah ini. Penyimpangan yang terjadi adalah akibat dari arusnya media digital sehingga akses informasi bebas juga didapat. Sementara informasi yang beredar tidak pernah ada pembatasan ataupun filter terlebih dahulu. Akibatnya remaja meniru apa yang mereka dapatkan dari media. Terlebih hukum yang diberlakukan tidaklah mampu menyelesaikan permasalahan remaja. Mulai dari sistem pendidikan, sosial, ekonomi tidaklah menjamin kehidupan remaja yang mempunyai kepribadian baik.

Selain itu perlunya diterapkan sistem hukum yang mampu membuat jera para pengguna narkoba. Jika kandungan dalam air rebusan pembalut mengandung zat yang bisa membuat seseorang mabuk maka hukumnya haram untuk dikonsumsi. Selain itu zat yang terkandung dalam air tersebut berbahaya untuk kesehatan. Terlebih dapat merusak akal dan jiwa. Maka tidak ada bedanya antara pengguna narkoba dengan peminum air rebusan pembalut yang bisa membuat mabuk bahkan kecanduan.

Kini kerusakan remaja sudah nampak di depan mata. Tinggal menunggu kehancuran jika tidak ada solusi tuntas dalam masalah ini. Mengingat remaja adalah aset berharga dalam majunya suatu peradaban. Lalu mau jadi apa ketika mereka rusak fisik dan psikisnya. Maka Islam menawarkan solusi yang sempurna dan paripurna. Yang di dalamnya semua aturan dan syariat berasal dari sang pencipta. Lalu masihkan menunda menerapkan sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan?[MO/sr]




Posting Komentar