Oleh : Nursyam
                                                       (Anggota MT khairunnisa Bal-Tim)

Mediaoposisi.com- Isu-isu tentang mesjid dan penceramah radikalisme kembali di munculkan oleh berbagai pihak yang anti dengan tegaknya  syariat islam. Penjelasan dari Wawan Hari Purwanto sebagai juru bicara (jubir) Badan Intelejen Negara (BIN) yang di dimuat oleh media Jakarta IDN Times pada 20 November 2018 lalu, yang mengatakan bahwa setidaknya ada 41 mesjid  di kementrian agama lembaga pemerintahan yang termasuk dalam paparan  penceramah radikal dan ada 17 mesjid yang termasuk dalam garis merah di mana ceramah-ceramah yang di sampaikan bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Bahkan sampai mendorong simpati  ke arahISIS. Pernyataan-pernyataan yang di sampaikan oleh Wawan tersebut sangat jelas menunjukkan tingkat kepanikan tinggi  yang dirasakan oleh rezim sekuler dalam menghadapi kesadaran umat islam yang semakin kuat tentang politik terutama menjelang di adakannya  aksi 212 di Monas Jakarta.

kepanikan rezim sekuler ini terbukti dengan di lakukannya berbagai cara untuk menggagalkan aksi 212 seperti  dilakukan oleh Gerakan Jaya Indonesia yang mendesak gubernur DKI Jakarta Anis baswedan agar mencabut izin reuni 212 yang beralasan bahwa aksi tersebut bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi masyarakat. Perlu di ketahui bahwa alasan-alasan seperti ini adalah bentuk diskriminasi kepada masyarakat .

Umat islam seharusnya tidak boleh terpengaruh atas pernyataan yang terus-menerus mendiskreditkan islam karena islam bukanlah agama yang radikal tetapi islam adalah agama atau sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan keperibadatan kepada Allah SWT serta tata cara  berhubungan dengan sesama manusia dan  lingkungannya. Hukum-hukum di dalam islamlah yang akan mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang pasti akan memberikan kebaikan bagi seluruh umat manusia.

Pertentangan yang terjadi atas kebangkitan islam merupakan sunnatullah dan seharusnya umat islam berada di barisan pejuang  untuk mengembalikan islam dalam mengatur seluruh aspek kehidupan.  Salah satu cara untuk mendukung kebangkitan islam adalah dengan bersatu. Mempersatukan pemikiran dalam melihat serta menyelesaikan suatu perkara dalam pandangan islam  karena dengan bersatunya umat islam,  kebangkitan dan hukum-hukum islam bisa di wujudkan. Wallahu a'lam bishawab[MO/sr]


Posting Komentar