(oleh Nursyam)
Anggota MT khairunnisa

Mediaoposisi.com-Mengungkap salah satu polemik yang terus menerus terjadi di di Indonesia adalah,  ketidak mampuan  pemerintah dalam menstabilisasikan harga pangan bahkan di setiap tahunnya pasti terjadi kenaikan harga yang semakin tinggi.

Padahal negara Indonesia ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa melimpah ruah. Di tahun 1970 Koes Plus menciptakan sebuah lagu yang berjudul “kolam susu”, dimana lagu tersebut menggam-barkan betapa kayanya Negara Inadonesia tempat dimana tongkat dan kayu bisa menjadi tanaman.

Kalau kita memaknai arti lagu tersebut bisa dipastikan bahwa seharusnya tidak perlu  lagi bersusah payah untuk mendapatkan pangan apalagi berkeluh kesah dengan adanya kenaikan harga  pangan.
Fakta yang terjadi sekarang ini sangat bertolak belakang dimana pengatur Negara Indonesia sepertinya tidak mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya.

Ini bisa di lihat dari adanya kenaikan harga pangan yang terus menerus terjadi. Kenaikan harga pangan yang terjadi memang tidak begitu di rasakan bagi rakyat yang mampu. Akan tetapi kenaikan harga sekian persenpun bisa berpengaruh besar bagi rakyat miskin dalam memenuhi kebutuhan sehari hari mereka karena kebutuhan pangan adalah kebutuhan pokok yang seharusnya negara memberikan jaminan kestabilan harga untuk masyarakat.

Semua pihak yang berhubungan dengan pengelolaan sandang pangan ini seharusnya bisa bekeja sama dalam menangani masalah  kenaikan harga pangan. Dalam menangani hal ini haruslah ada keseriusan bukan malah memberikan alasan-alasan tentang berbagai macam faktor yang memicu kenaikan harga bahan pangan seperti kenaikan BBM, TDL, atau banyaknya permintaan mendekati lebaran dan menjelang tahun baru atau banyaknya ekspor yang di dilakukan oleh pemerintah. 

Bahkan  menganggap kenaikan harga yang terus menerus terjadi adalah sesuatu yang wajar. Hal-hal seperti diatas seharusnya bisa di antisipasi dari jauh-jauh hari oleh pihak-pihak yang berwenang.

Masih banyaknya keluahan dari masyarakat tentang kenaikan harga yang sering terjadi membuktikan bahwa rezim yang ada saat ini gagal manjalankan tanggung jawabnya sebagai pemegang amanah untuk mengatasi kenaikan-kenaikan harga yang sering terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Pihak kementrian telah di berikan tanggung jawab dalam menangani persoalan kenaikan harga pangan tersebut diantaranya bertanggung jawab dalam menyediakan pasokan pangan melalui produksi dan peningkatan kapasitas petani.

Sementara kementrian BUMN melakukan peningkatan  dalam  operasi pasar dan kementrian perdagangan mengatur distribusi pangan, mengendalikan harga dan rantai pasok pasar serta berkoordinasi dengan pelaku pasar untuk menjamin kestabilan harga.[MO/ge]

Posting Komentar