Oleh: Ustadz M Ismail Yusanto

Mediaoposisi.com-Kemenangan Islam adalah janji Allah, dengan atau tanpa kita. Jika kita tidak mengambil peran perjuangan, pasti akan ada yang lain. Bukan Islam yang memerlukan kita, tapi kita lah yang membutuhkan Islam Hidup adalah pilihan. Teruslah melangkah, meski semua manusia berhenti. Teruslah melangkah, meski duri tajam mengoyak kaki

Pemenang adalah orang yang pandai bersyukur dan berusaha bangkit dari masalah. Bersiaplah menjadi pemenang. Pemenang dalam pertarungan sengit antar peradaban. Hanya akan ada satu peradaban yang memimpin dunia. It is time for khilafah to lead the world, the greatest ages ever.

Karena hidup adalah pilihan, maka kita dinasehati untuk memilih tetap setia di jalan perjuangan, dan tetap terus berjuang meski semua manusia berhenti dan duri tajam mengoyak kaki. Maksudnya, meski hambatan, tantangan dan rintangan terus menghadang, janganlah mundur dari gelanggang. Diingatkan juga bahwa generasi baru pejuang pasti akan selalu lahir di setiap masa

Mereka datang silih berganti. Yang muda menggantikan yang tua. Yang kuat menggantikan yang lemah dan yang mundur dari medan juang. Benarlah, dakwah memang tak pernah kehabisan pejuang. Pejuang sejati di setiap zaman selalu ada. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, maka Allah akan MENGUATKAN kembali.

"Tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia, maka akan ada banyak pejuang yang rela MENGGANTIKAN. Dakwah tidak pernah kehabisan pejuang, Kereta dakwah akan terus melaju menghancurkan setiap penghalang dan akan berhenti di stasiun kemenangan."[MO/ge]

Posting Komentar