Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Ada baiknya, Anda yang penasaran dengan sistem khilafah untuk merujuk sumber yang otoritatif, berdiskusi, beradu argumentasi, dan menyimpulkan. Jika Anda setuju dan sependapat dengan ide khilafah maka itu baik bagi Anda. Jika Anda tidak setuju dengan ide khilafah, maka cukuplah itu bagi Anda.

Sayang sekali, jika Anda menuding bahkan memvonis khilafah, tapi Anda belum tahu apa itu khilafah. Bahkan, jangankan rincian khilafah ide dasar yang bersifat umum saja Anda tidak ketahui. Selanjutnya, Anda membenci, memusuhi, bahkan mengajak semua orang menjauh dari khilafah, padahal semua itu tegak diatas asas 'ketidaktahuan'.

Namun, untuk memahami ide khilafah Anda wajib banyak mendengar, bukan menukas, memotong, apalagi diskusi dengan cara menuding. Jika Anda diskusi tentang demokrasi, bolehlah Anda terus berucap dan merasa paling fasih melafadzkannya. Tapi itu tidak untuk khilafah. Berdiskusi tentang khilafah, Anda wajib menyimak secara telaten, dari aspek asasnya berupa akidah Islam, hingga rincian hukum-hukum yang terpancar dari akidah Islam.

Lantas Kemana Anda akan berdiskusi ? Untuk saat ini ya Anda harus mencari aktivis HTI. Karena, HTI yang sejak awal konsisten mendakwahkan ajaran Islam khilafah. Karena HTI yang benar-benar tulus Ikhlas, menginginkan melanjutkan kehidupan Islam dengan menerapkan syariat secara kaffah melalui penegakan institusi khilafah. Bahkan, hingga HTI dicabut status BHPnya.

Aneh sekali, jika Anda ingin mempelajari khilafah dari lisan penguasa zalim yang bahkan bertindak keji untuk membungkam khilafah, penguasa zalim sampai menerbitkan Perppu untuk mendeskreditkan khilafah dan para pengembannya. Lucu, jika Anda belajar khilafah dari orang sekuler, yang akidahnya memang ingin memisahkan syariat Islam dari kehidupan. Ajaib, jika Anda belajar khilafah dari kalangan ulama atau awam, baik dengan ilmu atau ketidaktahuannya, justru membenci ajaran Islam khilafah.

Mempelajari khilafah tidak mungkin tuntas, hanya dengan membaca artikel atau kitab rujukan. Ya harus ngaji, mengkaji, hingga diskusi itu tuntas pada pemahaman yang dimaksud. Sederhana, ngaji itu butuh guru. Kitab atau buku itu hanya sarana.

Jadi siapa gurunya ? Siapa pembinanya ? Jika Anda ingin mempelajari khilafah ? Ya jawabnya HTI. Karena itu, segera cari aktivis HTI di sekitar Anda untuk mengkaji ajaran Islam khilafah.

Selanjutnya terserah Anda untuk memahami dan menyimpulkan. Jika Anda setuju dan sependapat dengan ide khilafah maka itu baik bagi Anda. Jika Anda tidak setuju dengan ide khilafah, maka cukuplah itu bagi Anda.

Khilafah itu adalah kepemimpinan Islam bagi seluruh kaum muslimin di dunia, yang mengemban misi menerapkan syariah secara kaffah dan mengemban misi dakwah Islam ke seluruh penjuru alam. Khilafah itu negara Islam, pemimpinnya disebut atau digelari Khalifah, Amirul Mukminin, atau Imam.

Sudah dibilang mau mengkaji ajaran Islam khilafah itu harus punya rujukan, punya guru. Jangan mengandalkan tulisan ini. Bagaimana sich Anda ini ? Kok masih terus membaca ? Segera cari aktivis HTI agar Anda paham ajaran Islam khilafah.

Saya doakan Anda termasuk orang yang ikhlas, mempelajari dan memahami khilafah dan turut serta memperjuangkannya. Seperti sahabat Sa'ad Bin Muadz, yang ketika duduk mendengar penyampaian Islam, seraya memahami dan memeluk akidah Islam, dan menyatakan diri sebagai bagian dari pembela dakwah Nabi SAW. Aamiien. [MO/ge]

Posting Komentar