Oleh : Ekky Marita, S.Pd
(Pendidik)

Mediaoposisi.com-Reuni akbar 212 masih teringat dalam benak dan membekas di hati para pesertanya. Banyak pelajaran yang diambil darinya. Mulai dari persatuan umat, perjuangan, pengorbanan peserta untuk mengagungkan bendera tauhid hingga kesadaran kebersihan lingkungan yang mencerminkan keimanan. Semua saling mengingatkan terhadap kebaikan sehingga dapat dijadikan contoh sebagai umat beriman dan toleran.


Ayo Sukseskan Campaign Kibarkan 1 Juta Bendera Tauhid Di Bumi

Terinspirasi dari 212, hal mengejutkan datang dari supporter sepak bola Jakmania yang bergotong - royong untuk membersihkan gedung tempat idolanya bertanding.
Dikutip dari m.viva.co.id, VIVA – “Apresiasi terhadap Jakmania patut diberikan. Mereka rela bergotong – royong membersihkan stadion Gelora Bung Karno usai dipakai acara keagamaan pada Sabtu, 8 Desember 2018.

Dari foto yang diunggah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di akun instagramnya, @aniesbaswedan, sebanyak ratusan Jakmania bahu membahu dengan tim kebersihan SUGBK, dan anggota Dinas Lingkungan Hidup.
Mereka membereskan berbagai macam atribut yang dipakai di acara keagamaan. Sekaligus, membersihkan sampah yang ada di sana”.

Bantu Azzam membangun media Por-Islam

Atas kesadarannya Jakmania mengubah stigma negative yang tertancap kepada supporter bola. Dulu mereka terkenal dengan tindakan brutal dan kasar kini berubah menjdai lebih bertanggungjawab dan peduli. Sungguh spirit 212 telah memberikan energy positif yang mampu merevolusi mental generasi khusunya di negeri ini.

Revolusi Mental Ala Sekulerisme
Pada dasarnya revolusi mental adalah perubahan terhadap jiwa, karakter dan cara pandang untuk peduli, bersatu dan pantang menyerah dalam membangun negeri dengan prestasi.
Di Indonesia sendiri istilah revolusi mental dikenalkan oleh DN. Aidit ketua PKI (Partai Komunis Indonesia) untuk mengganti hal – hal yang akan menghambat pergerakan termasuk agama. Sebab, agama dianggap sebagai sumber intoleransi dan cara pandang yang kuno.

Jika revolusi mental ala PKI dengan membuang jauh agama dari kehidupan, maka akan dihasilkan generasi bermental bobrok dan rusak. Hal ini terbukti dalam system Kapitalis, para pemuda mengagungkan kebebasan bertindak dan berperilaku tanpa mau terikat oleh aturan apapun. Sehingga banyak generasi yang brutal dan tak beradab. Maka system ini tidak mampu mewujudkan revolusi mental yang mengarah pada perbaikan umat. Lantas, apa yang mampu mewujudkan revolusi mental ? tidak lain adalah keimanan.

Revolusi Mental dengan Tauhid
Islam tidak bisa dipisahkan dari kehidupan karena aturan ini datang dari Sang Maha Pencipta seluruh alam yang mengatur  seluruh aspek kehidupan secara sempurna. Manusia yang menyadari jati dirinya sebagai seorang hamba, harus tunduk pada Penciptanya. Dari sinilah akan diperoleh keimanan yang tertancap kuat dalam jiwa mereka.

Yaitu iman kepada ALLAH (tauhid) serta Rasul-Nya sebagai suri teladan terbaik di bumi ini. Maka mereka akan memahami bahwa setiap tindakannya akan selalu diawasi oleh ALLAH. Mulai dari hal sederhana, seperti kebersihan lingkungan. Allah juga memerintahkan manusia untuk mencintai alam dengan menjaga kebersihan. Hati akan tergerak dengan sadar atas dorongan iman. Sebagaimana reuni 212 dengan kekuatan tauhid mampu memberikan potret terbaik untuk generasi dalam berperilaku.

Kekuatan tauhid akan membuat generasi paham untuk melakukan perubahan. Mereka akan menyadari kondisi kritis di negeri muslim terbesar ini dan harus segera melakukan perubahan di tengah – tengah umat. Perbaikan menjadi generasi yang selalu taat kepada ALLAH sebab tujuan hidupnya ialah untuk mendapatkan mahkota taqwa.

Jadi, yang mampu mewujudkan revolusi mental generasi untuk bergerak menuju perubahan adalah kekuatan Tauhid. Inilah yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari – hari sehingga mampu mencetak generasi bertaqwa sebagaimana posisinya menjadi umat terbaik.

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada ALLAH” (QS. Ali – Imran : 110)[MO]

Posting Komentar