Oleh : Anna Ummu Maryam

Mediaoposisi.com-Terharu dan gembira, itulah sedikit rasa yang bisa dibagi. Diantara perasaan haru yang kini sedang dirasa oleh jutaan manusia lainnya dalam reuni 212. Ribuan manusia memutih di jalan raya tampa melihat dari mana mereka berasal. Semua berkumpul dengan satu tujuan meninggikan Kalimat Allah dan mengagungkan Allah semata.

Sebagian peserta datang dengan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line membeludak akibat dampak reuni 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Di Stasiun Gondangdia, penumpang meningkat hingga 14 kali lipat dibanding biasanya.

"Di Stasiun Gondangdia, volume sudah menyentuh angka 71 ribu pengguna yang naik dan turun. Atau meningkat 14 kali lipat dibandingkan kondisi normal pada waktu yang sama," tutur Manajer Humas PT KAI Commuter Indonesia (KCI) Eva Charunisa dalam keterangannya.

Selain itu, jumlah pengguna KRL di Stasiun Juanda juga meningkat. Tercatat lebih dari 52 ribu orang baik yang naik maupun turun di stasiun tersebut."Meningkat enam kali lipat dibandingkan kondisi biasanya". (Liputan6.com, 2/12/2018 ).

Aksi 212 memang telah memberi semangat yang baru bagi kaum muslimin, dimana kemelut perpecahan yang sengaja dihembuskan agar umat tak punya kekuatan dan hilang pegangan terhadap ulama yang hari ini dipersekusi.

Dalam aksi ini juga kita bisa melihat diantara jutaan manusia tak satupun ada tindakan kriminal dan kejahatan yang terjadi. Semua seolah terkoordinir dengan rapi dan tertib karena imanlah mereka hadir disana.

Hal ini dikemukakan oleh Polri  dengan mengapresiasi pelaksanaan Reuni 212 di Monas Jakarta Pusat pada Minggu 2 Desember 2018 yang berlangsung aman dan damai. Kondusifitas kegiatan tersebut tak lepas dari peran banyak pihak.

"Alhamdulilah bisa berjalan aman dan kondusif. Ini berkat kerja sama semua pihak, Polri, TNI, teman-teman dari Pemprov, dan tentunya peserta Reuni 212. Kita apresiasi lah," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di kantornya, Jakarta, Senin (Merdeka.com, 3/12/2018).

Islam Rahmatan Lil'alamin
Inilah yang sedang kita saksikan. Bahwa sesungguhnya islam adalah agama yang membawa perdamain dan memberi keamanan bagi setiap manusia. Terbukti diantara sekian juta manusia tak ada yang meneriakkan kebencian dan hasutan,  tapi hanya meninggikan asma Allah semata.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

… Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…” [al-Mâidah/5:3]

Dalam reuni 212 terlihat sudah keagungan islam,  yaitu mampu menyatukan umat dalam satu barisan yaitu dorongan iman. Kita juga dapat melihat bahwa para peserta hadir dari berbagai wilayah bahkan dari luar negeri hanya untuk bersatu dalam pelukan islam.

Persatuan kaum muslimin adalah suatu keharusan dari Allah,  karena itu adalah salah satu kunci kekuatan kaum muslimin.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. "(QS Ali Imran:103).

Indonesia adalah negeri muslim yang mayoritasnya pun adalah pemeluk islam,  maka wajar menyerukan dan menginginkan islam sebagai aturan yang harusnya diterapkan oleh negara. Karena hanya dengan penerapan islam kaffahlah kemuliaan islam dapat terlihat dan dirasakan manusia.

Aturan islam berasal dari Allah Sang Pencipta manusia dan jagat raya. Maka sudah sewajarnya aturan islamlah yang mengatur kita semua. Agar indonesia menjadi sebuah negara yang kuat dan damai yang mampu memberikan kesejahteraan pada seluruh rakyatnya.[MO/ge]

Posting Komentar