Oleh: Rani Ummu Diva
Ibu Rumah Tangga

Mediaoposisi.com-Penindasan komunis china terhadap warga maslim uighyar telah memasuki tahapan baru dengan munculnya berita tentang sistem penduduk kamp - kamp tahanan yang bertujuan untuk mengisolasi orang -orang yang di identifikasi oleh rezim komunis china sebagai muslim yang harus di sembuhkan dari agama.

Donasi Save Muslim Uighur

Target utamanya adalah orang -orang uighyar dan kazakh di xinjiang yang mereka sebut turkistan timur oleh para pejabat china, yang mengklam membela negara mereka dari ekstrimisme, fakta-fakta menunjukan mereka justru melakukan penganiayaan terhadap agama dan etnis minoritas.

Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang di alami oleh masyarakat muslim etnis uighyar lebih dari satu juta.

The EpochTimes mengungkapkan upaya olehbpihak berwenang china untuk menelanjangi para tahanan uighyar dari budaya dan bahasa mereka, mereka di paksa untuk mencela keyakinan mereka sendiri dan berjanji setia kepada partai komunis china ( PKC) dan pemimpinnya.

Jika mereka gagal mengikuti perintah maka mereka dapat dikenakan hingga lima bentuk penyiksaan sebagai hukuman,kata seorang uighyar dan mantan narapidana,menjelaskan dalam sebuah wawancara dari istanbul turki.

Omir bakli (42) ia adalah seorang kazakistan yang lahir di xinjiang, sejak 2006 di tahan selama enam bulan pada maret tahun lalu,setelah secara paksa di ambil dari rumah orang tunya di shan-shan 180ml  timur urumqi ibu kota xinjiang - sebelum di bawa pergi kepalanya di tutup dalam karungvhitam.

Pada saat itu omir bekli sedang mengunjungi pertemuan internasional tentang pariwisata, tetapi beliou justru di tahan selama tujuh bulan,

di sebuah sel polisi dan kemudian dikirim ke kampung pendidikan ulang, karena selama zonar di mana beliou di siksa dengan alasan penolakannya untuk menyanyikan lagu-lagu yang memuji partai komunis china pemimpinnya xjinping presidrn china pada saat itu.
Penyiksaan itu sangat tidak manusiawi dan sangat tak tertahankan kata bekli kepads the epoch times.

Ethnis uighyar di rantai seperti binatang mereka tidak makan dan juga tidak tidur, dan di pukuli sampai tubuhvmereka bengkak dan mengeluarkan darah.

Dari pemberitaan media internasional perlakuan diskriminatif dan tindakan represif pemerintah china terhadap muslim uighyar sebenarnya sudah berlangsung cukup lama sayangnya belum ada negara muslim yang mengecam tindakan pemerintah china, termasuk indonesia kata.

Meski di berikan setatus ekonomi penduduk muslim di xinkiang fakta nya justru mengalami perlakuan reptesif, lebih dari 10juta orang muslim di xinjiang mengalami perlakuan diskriminatif, baik diskriminasi agama,sosial,maupun ekonomi.

Banyak juga para tahanan di penjara dengan waktu yangvtak ditentukan dan tanpa dakwaan, bahkan penahanan tersebut tidak sedikit yang berujung pada penyiksaan,  kelaparan,  dan kematian.

Seharusnya perintah indonesia bersuara, tidak diam seperti sekarang, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.Indonesia punya tanggung jawab moral lebih atas nasib jutaan muslim uighyar,

 sebab jika tidak bisa menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar tegas fadli, ia mengatakan dalam universal periodic review di UN november lalu, sebenarnya masyarakat berharap ada suara tegas dari pemerintah indonesia, tapi sayangnya sama sekali sikap tersebut tidak tercermin dalam pernyataan perwakilan pemerintahan indonesia.

Sebagai negara yang berdaulat yang pemeluk islam terbesarvdi dunia, sudah seharusnya pemerintah indonesia membantu menyelesaikan persoalan muslim uighyar tersebut.

Dalam islam juga di sebutkan muslim dengan muslim yang lainnya bersodara, artinya muslim indonesia dan muslim uighyar bersodara bagai satu tubuh,  jika ada satu tubuh yang sakit maka sakit semua itulah isalam.

Maka sudah seharusnya kita sebagai umat islam kembali pada hukum islam, dengan cara menerapkan khilafah, karena khilafah punya wibawa untuk melawan rezi dzalim dengan menyatukan seluruh potensi yang dimiliki di bawah satu kekuatan politik dan komando.

Posting Komentar