Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Boleh saja, seribu bahkan sejuta tokoh kami kalian tahan. Boleh saja, kalian kurung dan penjarakan para ulama kami. Tapi ingat, kalian sama sekali tidak akan mampu memenjarakan pemikiran dan perjuangan kami.

Boleh saja, kalian merasa menang dengan mengumumkan kezaliman, berkelindan dibalik 'wewenang dan jabatan' yang kalian miliki. Tapi ingat ! Gusti Allah mboten sare. Kami, akan mengunggah doa dan perlawanan politik untuk memastikan rezim Tiran ini tidak lancang menyentuh kepala ulama-ulama kami lainnya.

Perlawanan bumi dan langit, akan kami ajukan. Kohesi internal kami semakin kokoh, makin mantab keyakinan kami untuk melakukan perlawanan karena kezaliman itu bukan dilakukan oleh musuh kami yang ada dibalik tembok-tembok pertempuran. Musuh kami, ternyata dari penguasa zalim yang selama ini makan dan tidurnya digaji dari pajak yang kami bayar.

Kalian lupa, sistem pengkaderan umat berjalan alamiah. Satu tokoh ditangkap, telah dipersiapkan tokoh yang lain untuk melanjutkan amanah. Amanah dakwah amar Ma'ruf nahi munkar, dan terus mengingatkan dan menjauhkan umat dari rezim yang represif dan Anti Islam.

Sudahlah, kalian ini tidak menegakkan hukum. Kalian ini mentarget Habib Bahar, setelah kandas dengan pasal penghinaan Presiden, upaya itu kemudian mencari celah jalan yang lain.

Kalian tidak malu ? Digaji oleh rakyat tapi bertindak zalim terhadap rakyat ? Kalian tidak takut ? Doa orang terzalimi akan dikabulkan Allah, dan bisa saja diantara balasan itu didunia akan menyengsarakan kalian dan di akherat akan mendapat azab yang pedih. Kalian tidak ngeri, yang kalian zalimi bukan hanya Habib Bahar tapi seluruh umat Islam ? Kecuali, tidak ada lagi iman di dada kalian, maka bertindaklah semaunya. Kecuali, tidak ada lagi malu maka berbuatlah suka-suka.

Kalian merasa menang ? Menzalimi ulama kami, setelah deretan ulama yang lain mendapat perlakuan yang sama ? Kalian merasa bangga, dengan jabatan kalian mampu membungkam ulama ? Lantas kalian mau menyampaikan kepada dunia 'HABIB BAHAR BIN SMITH GUA KANDANGIN, UMAT ISLAM MAU APA ?'.

Ingatlah ! Sesungguhnya kesombongan adalah awal dari kejatuhan. Ingatlah ! Akan ada hari pembalasan, yang pasti lebih kejam dari perbuatan. Ingatlah ! Ada hisab di akherat, dimana siapapun tidak akan mampu menunjukan pangkat untuk berlindung dari tanggung jawab.

Kami akan tetap bersatu dibawah naungan ketauhidan, menolak setiap inchi kezaliman, dan pasti akan melakukan perlawanan diparit-parit perjuangan. Habib Bahar, telah mengambil pilihan membusuk dipenjara ketimbang tunduk kepada rezim. Sementara kami, akan memastikan rezim jatuh membusuk dan dikubur bersama seluruh kesombongannya.

Ya Allah, jadilah saksi. Saksi, bahwa rezim ini zalim. Duhai Rabb semesta alam, Angkatlah kekuasaan yang zalim ini. Turunkan kepada kami, kekuasaan yang menolong, kekuasaan yang melindungi, kekuasaan yang mengayomi, kekuasaan yang menegakkan hukum-hukum-Mu.

Wahai umat Islam, rapatkan barisan. Periksalah diantara kalian, untuk saling berwasiat menguatkan. Menghimpun kekuatan, untuk saling membahu dalam perjuangan. Satukan tekat, untuk menghentikan kezaliman rezim yang represif dan anti Islam. [MO/ge]

Posting Komentar