Oleh Nuraeni Erina Aswari
(BKLDK Nisaa Purwakarta)

Mediaoposisi.com-Masih belum kering luka Umat Muslim di Palestina, Suriah, Rohingya bahkan India. Kini luka basah didapati oleh Umat Muslim di China. Informasi kedzaliman pemerintah China pun sudah tersebar di banyak media, khususnya di media Islam.

Apa kabar Generasi Muda Muslim? Sudah seberapa besar kontribusi kita untuk saudara seiman kita yang sedang didzalimi? Jangan-jangan sama sekali tidak ada doa yang kita panjatkan? Atau bahkan di setiap bangun pagi, memikirkan saudara seiman kita saja tidak.

Padahal Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam mengecam Umat Muslim yang tidak peduli kepada urusan saudara seimannya.

“Barangsiapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka” (HR. Al-Hakim dan Baihaqi).

Meski hanya dengan turut menyebarkan kedzaliman dan penderitaan yang menimpa saudara seiman kita di Uighur, barangkali usaha yang dilakukan itu sebesar butir debu pun tidak. Tetapi setidaknya langkah yang dilakukan itu menunjukkan bahwa hati kita mengingkari kedzaliman itu.

Kita harus merasa tidak ikhlas ketika saudara seiman kita mendapati serangan seperti itu dari Penguasanya. Kita harus merasa tidak ikhlas ketika pemimpin-pemimpin muslim di dunia hanya mampu diam saja. Kita harus merasa tidak ikhlas ketika sebagian dari Generasi Muda Muslim membela kedzaliman penguasa.

Dan kita harus merasa tidak ikhlas ketika mendapati Generasi Muda Muslim yang menderita setengah mati padahal hanya ditinggal sang pujaan hati yang dalam aturan Negara dan Agama, hubungan mereka tidak diakui. Kita harus merasa tidak ikhlas mendapati Generasi Muda Muslim yang membela idolanya sampai mati meski idolanya tak peduli.

Ada apa dengan hati kita wahai Generasi Muda Muslim, yang merasa lebih sakit jika idola kita yang diserang, sedangkan saudara seiman kita diabaikan walaupun sedang diserang habis-habisan.

Jika perumpamaan satu Umat Muslim dengan Umat Muslim yang lain seperti satu tubuh. Maka sebenarnya bisa kita bayangkan bagaimana gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang terkecil, tetapi ketika gigi kita sakit, kita mendapati sakit gigi, kepala sampai perut kita merasa tidak nyaman.

Begitulah seharusnya kita sebagai Generasi Muda Muslim. Setidaknya jangan berhenti di kita jika mendapati informasi-informasi kedzaliman Pemerintah China kepada Masyarakat Uyghur, terus saja sebarkan, karena itu dapat menunjukkan di posisi siapa kita berada.

Posting Komentar