Oleh: Smart Mom

Mediaoposisi.com- Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap pada tanggal 25 November. Pada tahun ini HGN mengangkat tema "Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21".Melihat hal ini tentu menjadi PR yang berat bagi seorang guru untuk meningkatkan kualitas mendidiknya,  tentu dengan melihat peran guru sebagai ujung tombak pendidikan dalam mencetak generasi gemilang penerus bangsa.

Ada tantangan yang harus dihadapi seorang guru, menurut Supriano (Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan)setidaknya ada 4 aspek tantangan pendidikan yang mesti dihadapi guru zaman sekarang. Aspek aspek itu adalah:

1. Revolusi industri 4.0
Pengaruh teknologi digital semakin menyatu dengan hidup manusia. Itulah esensi dari revolusi industri 4.0 saat ini. Segala sesuatunya mulai melekat dengan penggunaan internet (internet of things)."Kondisi tersebut menimbulkan potensi hilangnya sejumlah pekerjaan di masa depan. Inilah yang mesti disiapkan guru terhadap anak muridnya sejak dini".

2. Globalisasi
Kompetisi antarnegara diyakini bakal semakin trengginas dalam beberapa waktu ke depan.Saat ini saja, Indonesia beserta negara Asia Tenggara telah menyatu dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).Persaingan global tersebut dipandang Supriano membuat peningkatan kualitas guru menjadi suatu keniscayaan. Dengan begitu, kompetensi anak didik pun bisa semakin baik.

3. Kebutuhan domestik
Indonesia sebagai negara yang ekonominya tengah berkembang membutuhkan pasokan sumber daya manusia yang banyak pula.Nah, agar ekonomi suatu negara kuat tentunya dibutuhkan keandalan dari para penduduknya."Kita mau tak mau mesti mencetak generasi-generasi unggul di masa mendatang".

4. Bertumbuhnya generasi milenial
Besarnya penduduk muda Indonesia dipandang sebagai suatu tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan.Pola-pola pengajaran monoton selayaknya mulai ditinggalkan. Sebab, generasi milenial lazimnya cepat jenuh dan menyukai kegiatan dinamis. "Apalagi media sosial makin berkembang di kalangan generasi milenial. Inilah tantangan bagi guru dan dunia pendidikan Indonesia saat ini,".

Tugas sebagai pendidik semakin berat namun nasib mereka juga tidak jelas .pada momentum hari guru ini di beberapa daerah yang terdiri dari para guru tidak tetap atau honorer K2 melakukan unjuk rasa mereka menuntut agar gaji mereka sesuai dengan upah minimum provinsi ( UMP). Selama ini gaji yang mereka terima tidak cukup untuk kebutuhan, mereka biasanya hanya menerima 500.000, itupun tidak rutin perbulan diberikan.

Mereka juga meminta pemerintah merevisi batasan umur untuk bisa ikut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Pasalnya, dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer K2 harus memenuhi syarat usia paling tinggi 35 tahun pada 1 Agustus 2018. 

Padahal mereka ada yang sudah mengabdi selama 10 tahun.
Apresiasi yang diberikan pemerintah tidak sebanding dengan jasa mereka dalam mendidik generasi.  Serta kebijakan yang dzalim yang justru menyulitkan mereka dalam menjalankan perannya sebagai pendidik generasi. Pemerintah harus membuktikan semua janjinya tanpa basa basi.

Dalam Islam guru memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah SWT. Karena guru dengan karunia ilmu yang Allah SWT berikan, menjadi perantara manusia yang lain untuk memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat. Hanya sistem pendidikan islam yg memiliki kebijakan terbaik atas guru mengingat posisi strategisnya sebagai pencetak generasi masa depan.

Guru dan keluarganya telah dijamin kebutuhannya oleh negara, sehingga para guru akan lebih maksimal dalam mendidik dan mencetak generasi yang gemilang. Terbukti banyak para ilmuwan dari kaum muslim, seperti Al khawarizmi ulama sekaligus jago matematika penemu al Jabar, angka nol dan al goritma, Abbas bin firnas ilmuwan penemu pesawat terbang pertama di dunia dan ada banyak para ilmuwan kaum muslim yang dihasilkan ketika Islam telah diterapkan sebagai sistem kehidupan.[MO/sr]






Posting Komentar