Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani

Mediaoposisi.com- Pada minggu (25/11/2018) Bapak Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat kepada guru atas jasa-jasanya pada hari guru, 25 November 2018. “Saya ingin mengucapkan selamat hari Guru kepada seluruh guru dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas dari Pulau Rote. Guru adalah pembangkit inspirasi, memberikan ilmu kepada kita,” ujar Jokowi di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/11/2018). Sumber m.liputan6.com (25/11/2018)

Dilansir dari nasional.kompas.com Minggu (25/11/2018) wartawan sempat bertanya mengenai nasib guru honorer yang sampai saat ini masih menuntut kesejahteraan pada Jokowi.

Guru honor seperti yang sudah saya sampaikan yang lalu, akan dimasukkan yang namanya...” ujar Jokowi yang kalimatnya terhenti
Menpan-RB saja lah. Namanya apa, Menpan-RB sudah”, ujar Jokowi melanjutkan kalimat yang sempat terhenti.
Lalu Jokowi menjawab pertanyaan lain dari wartawan. Setelah selesai menjawab pertanyaan lain, Jokowi baru teringat mengenai solusi guru honorer.
Oh iya, tadi (skema) P3K”, kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan yang sempat terlupa.
Juga dilansir dari edukasi.kompas.com (25/11/2018)

Mendikbud Muhajir menyampaikan pidato tertulis untuk menyambut hari guru nasional. Diantaranya poin-poin yang disampaikan adalah tantangan guru di abad 21. Beliau menyampaikan bahwa profesionalitas guru perlu ditingkatkan dalam menghadapi tantangan di abad 21 ini.
Selanjutnya adalah guru dihimbau untuk memanfaatkan teknologi, peran guru yang tidak tergantikan dalam perannya menanamkan nilai dan karakter kepribadian bangsa. Yang terakhir guru adalah titipan amanah bangsa dalam mencerdaskan, mendidik, dan menanamkan nilai-nilai karakter bangsa ini. (edukasi.kompas.com, 25/11/2018)

Janji pemerintah yang disebutkan diatas adalah hutang yang harus dipenuhi. Tidak hanya sekedar janji kosong belaka. Fakta hari ini,  kesejahteraan guru honorer sangat memprihatinkan. Kebanyakan dari mereka telah mengabdi selama bertahun-tahun namun belum ada kepastian dari pemerintah untuk mengangkatnya menjadi PNS. Dan gaji yang didapatkan guru honorer pun sangat minim untuk dipakai kebutuhan sehari-hari. Banyak dari mereka mencari penghasilan tambahan melalui berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhannya.

Dengan kesibukan guru mencari penghasilan tambahan, menyebabkan guru tidak maksimal dalam mendidik siswa ataupun menanamkan karakter Islami kepada anak didiknya. Lalu bagaimana pemerintah bisa mengharapkan generasi terbaik untuk negeri ini jika penghargaan yang diberikan kepada guru hanyalah ucapan selamat tanpa bukti nyata?

Sungguh memang kenyataan pahit ini mau tak mau harus kita telan terus menerus jika sekulerisme yang mencengkram negeri ini tidak segera diganti dengan Islam. Karna Islam satu-satunya yang dapat memberi kesejahteraan yang seharusnya didapatkan guru dengan penerapan Islam secara keseluruhan. Dengan penerapan Islam, Guru akan terfokus dalam mendidik anak bangsa ini tanpa memikirkan lagi penghasilan tambahan ataupun mencari pekerjaan lain. Sehingga negeri ini akan menghasilkan generasi yang cemerlang dan peradaban yang maju.

Dalam Islam, setiap guru benar-benar dihargai jasanya serta diberi perhatian penuh oleh pemerintah dalam kesejahteraannya. Karena guru adalah pencetak generasi cemerlang bagi bangsa, dan menghasilkan cendekiawan ahli dalam bidang keilmuannya. Sehingga tidak heran, ketika Islam diterapkan banyak sekali kemajuan dalam bidang keilmuan, seperti astronomi, matematika, kedokteran, fiqih, pendidikan, dan sebagainya.

Sistem demokrasi telah terbukti tidak dapat mensejahterakan bangsa ini dengan baik dalam segi dan bidang apapun. Sistem ini juga terbukti membuat negeri ini terpuruk dalam bidang apapun, seperti dalam hal pendidikan, ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya.

Sehingga tidak ada sistem yang terbukti mensejahterakan rakyat secara keseluruhan dalam seluruh bidang, kecuali dengan penerapan sistem Islam. Yang telah terbukti mensejahterakan rakyat selama hampir 13 abad. Tidak seperti sistem demokrasi, yang penerapannya tidak sampai 1 abad namun sangat terlihat keterpurukannya. Maka saatnya menerapkan sistem Islam secara keseluruhan sesuai Al-Qur’an dan As-sunnah. Karena tidak ada sistem yang lebih baik kecuali yang berasal langsung dari sang Maha Pencipta, Allah SWT.[MO/sr]


Posting Komentar