Foto :Salim,reporter dan kontributor MO



Mediaoposisi.com-Batu Malang -Aksi Bela Tauhid 212 di Monas di awal bulan ini adalah embrio kebangkitan ummat untuk menegakkan Syariat Islam.

Aksi 212 tidaklah kebetulan tapi itu ada karena adanya kelompok yang konsiten untuk menegakkan Syariat Islam.

"Sebagai Ulama & Tokoh Umat mari menjaga kebersamaan dengan kelompok dakwah Hizbut Tahrir sebagai penggerak sejarah demi terwujudnya Khilafah Islamiyah yang mengikuti manhaj kenabian"tegas  KH Abdun Muthi.MM.Pengasuh Majelis Dzikir dan Ta'lim Taqarrub Ilallah kota Batu  (16/12/18) 

Kegiatan ini dihadiri sedikitnya lima puluh ulama dan tokoh masyarakat Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari kota Malang, Batu dan sekitarnya.

Selanjutnya taushiyah kedua disampaikan KH Mahmudi Syukri, beliau  menyampaikan apapun yang kita lakukan harus atas dasar Islam, karena Islam adalah satu-satunya solusi atas berbagai macam problematika kehidupan.

Rasulullah SAW memperjuangkan Islam itu sampai dengan titik darah penghabisan. Karenanya jangan sampai kita menjadikan Islam hanya sebagai pemanis bibir saja, jangan sampai digiring kesana-kemari sesuai kehendak nafsu. Tidak ada Islam kecuali dengan Syariah dan tidak ada Syariah kecuali dengan tegakknya Daulah Khilafah Islamiyah, ungkap pengasuh Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kota Batu ini.

Kyai Mahmudi mempertanyakan hai para pengasong demokrasi, apakah bisa menerapkan Islam kaffah atas dasar konsensus bersama saja, dimana Allah SWT tidak ridho atas konsensus itu?. Untuk itu mari dengan segenap kemampuan ayo kita terus berjuang, bersatu dibawah Panji Rasulullah SAW menegakkan Khilafah, pungkasnya.

Taushiyah ketiga disampaikan KH Drs. Muhammad Alwan, MAg., direktur Lembaga Pendidikan Islam Al Ulya Kota Malang, beliau menyampaikan Islam itu baik karena berasal dari dzat yang Maha Baik, karenanya kita harus menggunakan Islam sebagai standar kehidupan. Berbeda dengan sistem demokrasi sekuler liberal dewasa ini yang menelorkan perzinaan per empat menit dan menghasilkan kerusakan diberbagai sendi kehidupan karena dia adalah peradaban yang buruk dan rusak.

Kyai Alwan mengajak mari kita khusnudhon bahwa Islam telah mengatur dunia dengan baik selama 13 abad (sekitar 1342 tahun). Islam telah menjadi rahmatan lil alamin dari yang kecil-kecil sampai dengan soal pemerintahan dalam bingkai Daulah Khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian. Untuk itu diperlukan penggerak yaitu jamaah siyasiyah (politik), kita harus terhimpun di dalamnya dan bersama-sama memikirkan ummat untuk berubah menjadi lebih baik menuju tegaknya khilafah, pungkasnya.

Forum Jalsah 'Ammah ini juga diisi penyampaian testimoni ulama & tokoh yang hadir pada Aksi bela Tauhid 212 di Monas Jakarta. Kegiatan ini berlangsung dengan hikmat dan penuh kekeluargaan dengan diselingi sharing diantara para ulama dan tokoh Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari Pujon Batu dan Malang.[MO/an]

Posting Komentar