Oleh: Istiqomah S.Pi 
(Member Akademi Menulis Kreativ)

Mediaoposisi.com- Istilah Islam nusantara bermula saat ayat suci Al Qur’an dibacakan dengan menggunakan langgam jawa. Sebelumnya pada tahun 2015 Nahdlatul ulama (NU) menyelenggarakan muktamar yang membahas Islam Nusantara. Islam Nusantara merupakan produk Barat yang menyesatkan kaum Muslim. Islam dibenturkan dengan nilai-nilai budaya, menuruti hawa nafsu belaka memunculkan berbagai gagasan yang justru jauh dari nilai-nilai Islam.

Islam Nusantara dianggap lebih memiliki nilai toleransi, karena memiliki keistimewaan dan keunikan serta tidak ekstrim seperti Islam yang ada di tanah Arab. Jelas hal ini adalah kesalahan besar, pasalnya Islam diawali dari tanah Arab dan kemudian mampu menyebar kepenjuru dunia. Bahkan orang yang menyebarkan Islam itu sendiri memiliki darah Arab yang kemudian iman kita tidak akan sempurna jika kita tidak mencintainya.

Sebenarnya mengapa kemudian Islam Nusantara ini muncul? 
Jauh sebelum Islam Nusantara ini menyeruak, kita pernah mengenal istilah Islam liberal ataupun Islam moderat. Keduanya sama saja melabeli Islam agar terkesan lebih humanis serta memframing ajaran Islam mendengungkan Syari’ah dan Khilafah sebagai ajaran Islam yang radikal, intoleran dan fundamentalis.

Islam Nusantara adalah Alat penjajah kapitalis sekuler agar mengokohkan hagemoninya dan menghadang ide dan ajaran Islam yang sesungguhnya menyebar. Ide ini muncul karena kekhawatiran Barat jika Islam menguasai peradaban, sementara Barat hancur dengan kerakusannya. Celakanya ide ini masuk kedalam pemikiran kaum muslim yang awam tentang bahayanya serta didengungkan oleh ulama su’ yang mendukung adanya Islam Nusantara sehingga ajaran Islam yakni Syariah dan Khilafah mendapat citra negatif oleh pemeluk-pemeluknya.

Ide ini jelas akan menimbulkan perpecahan diantara kaum Muslim. Inilah permainan Barat dengan terus membuat kegaduhan diantara kaum muslim yang dengannya ia menguasai negeri-negeri Muslim. Para antek-antek Kapitalis Sekuler kemudian mendanai siapapun untuk menggulirkan opini sesat ini, menjadi kaki tangan penjajah atas nama kedudukan dan ke-eksistensian. Mereka berpura-pura menjaga tanah air dengan label agama berlagak menjunjung nilai-nilai persatuan kebhinekaan dari ancaman.

Belajar dari masa silam yang kelam, bahwa cara-cara penjajah menguasai negeri-negeri Muslim adalah dengan cara-cara licik politik pecah bela. Untuk memuluskan rencananya Barat melakukan riset dengan  lembaga think thank yang dibentuknya. Seperti yang kita tahu bahwa prilaku amoral dengan menjamurnya porno aksi dan seks bebas serta kesenjangan ekonomi akibat penerapannya ekonomi kapitalis tidak dipandang sebagai isu utama. Barat mengalihkan perhatian kita semua agar terkecoh memandang masalah apa yang harus menjadi fokus. Allah SWT berfirman yang artinya:

Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman.” (TQS An-Nisā’ [4] : 141).[MOsr]

Posting Komentar