Oleh: Nursyam
(Anggota MT khairunnisa bal-tim)

Mediaoposisi.com-      Negara Indonesia adalah negara yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan sebagai negara berkembang yang berarti masih banyak yang perlu di bangun dan di dikembangkan agar menarik perhatian dunia untuk menjalin kerjasama dalam hal perdagangan bebas, dimana di dalamnya ada  bisnis  jual beli. Perdagangan bebas berarti menjual produk tanpa pajak dan tidak ada campur tangan pemerintah di dalamnya, padahal kesimpulan dari perdagangan bebas adalah kesejahteraan tidak akan di rasakan oleh negara berkembang karena perekonomiannya hanya berpihak kepada pemengang modal tertinggi artinya kekuasan mutlak di kuasai oleh pemilik modal.

Pengelolaan sumber daya alam yang sebagian besar dikelola bahkan dikuasai oleh asing membuat Indonesia selalu berada di barisan negara berkembang yang bergantung kepada asing serta tidak mampu berdiri sendiri. Perdagangan bebas adalah bentuk penjajahan ekonomi kepada negara termasuk Indonesia.

Dampak buruk penjajahan ekonomi yang di terjadi di Indonesia saat ini menjadikan rezim bertekuk tulut kepada sang pemilik modal terutama Amerika Serikat , artinya siapapun  pemimpin yang di restui oleh Amerika bisa di pastikan akan lebih berpihak kepada asing-aseng,dan  apapun yang di inginkan pihak Amerika akan di setujui oleh rezim.   Rencana pihak asing tidak akan  pernah memakmurkan rakyat karena tujuan utamanya adalah untuk meraih keuntungan dan mengutamakan kepentingan para pemilik modal saja.

 Penjajahan antek melalui politik ekonomi di lakukan dalam berbagai bentuk di diantaranya pembangunan infrastruktur atau jalan tol yang menjadikan jalanan tidak lagi menjadi jalan umum tetapi berubah menjadi jalan jasa komersil yang harus di dibayar mahal oleh rakyat.

Begitu juga  dana yang telah di keluarkan Indonesia sebesar USD 3,85 miliar tidak mampu melepaskan cengkraman freeport yang di kuasai oleh Amerika kepada indonesia. Permasalahan terbesar adalah bahwa pertambangan emas merupakan sumber daya alam  milik umum  yang seharusnya  dikelola oleh negara untuk kemaslahatan umat dan haram hukumnya di dalam islam apabila sumber daya alam  menjadi hak milik individu.

Penjajahan antek berbentuk penjajahan budaya seperti berbusana, musik, dan tata cara berprilaku ini mentrasfer eksistensinya melalui media cetak dan eletronik hingga sampai ke dunia ke tiga seperti Indonesia dan objek sasaran utamanya adalah para remaja. Dari Fakta-fakta seperti diatas bisa di pastikan bahwa generasi penerus bangasa akan mengalami kemunduran dan kerusakan di disebabkan budaya kebarat-baratan .

Pertanyaannya adalah apakah harus menunggu semua sudah rusak baru di benahi??? dan jawabannya adalah TIDAK! !!

karena islam memiliki solusi dari semua permasalahan yang terjadi saat ini. Undang-undang  dalam islam yang bersumber dari al quran di mana setiap perkataan di dalamnya bersumber dari Allah SWT serta memiliki seperangkat peraturan yang sempurna dalam mengatur seluruh aspek kehidupan baik secara individu masyarakat bahkan bernegara. Untuk itu sekarang adalah saatnya menjadikan syariat islam sebagai pedoman untuk mengurus negara dan rakyat agar negeri muslim menjadi berkah dan bermartabat secara hakiki. Wallahu a’ lambishowab[MO/sr]

Posting Komentar