Oleh : Rizkya Amaroddini
(Mahasiswi STEI Hamfara)
   
Mediaoposisi.com- Indonesia menjadi negara peliharaan China. Istilah itu yang mampu menggambarkan realita yang terjadi di Indonesia. Penanaman modal serta berbagai perjanjian telah mengikat Indonesia menjadi negara peliharaan. Indonesia dengan mayoritas muslim terbanyak justru tidak bisa menjadi negara super power dalam menghadapi komunis yang menindas kaum muslim di Xinjiang, China.

Negara Indonesia menjadi negara boneka yang mampu di kendalikan oleh pemilik modal. Rezim ini benar-benar anti Islam, Para penguasa sudah tidak memiliki rasa kemanusiaan terhadap muslim Ughyur, pembunuhan yang sadis hanya di nyatakan sebuah problem yang terjadi di masing-masing negara.

Selain itu mereka hanya menggangap kedekatan Indonesia dengan China menjadikan Jakarta tidak berani mengusik Negeri Tirai Bambu yang dapat menganggu kerja sama antara Indonesia dengan China. Pemerintah bungkam akibat investasi, hutang, dan berbagai proyek di Negeri ini yang bercokol, sehingga  menjadikan pemerintah reluctant jika mengkritik China.
     
Fakta ini memberikan kita bukti bahwa Pemerintahan Indonesia tidak dapat mengentaskan kepedulian terhadap kaum muslim di seluruh dunia yang tertindas. Kebijakan yang di putuskan haruslah mendatangkan keuntungan bagi penguasa Negeri ini. Tanpa melihat bagaimana muslim Indonesia ikut merasakan peliknya penderitaan muslim Uyghur.

Jika kebijakan di putuskan untuk berdiplomasi menanggapi perlakuan Pemerintah China dan memberikan kecaman terhadap penindasan kaum muslimin di Uyghur tidak memberikan keuntungan, maka dengan jelas Pemerintah akan memberikan dalih/alasan untuk meredam kaum muslim di Indonesia. Sedangkan diplomasi dan kecaman itu bisa di lakukan oleh Indonesia. Seperti Turki yang ikut berperan dalam pembelaan muslim Uyghur, seharusnya Indonesia lebih high profile agar bisa menjadi referensi dan acuan Negara-negara lain.
   
Apa yang bisa di harapkan jika dunia selalu mendikriminasi kaum muslimin. Tak ada institusi yang menjaga dan menjadi perisai umat. Umat di harapkan tidak sekedar sadar dengan problematika saat ini, tetapi harus sadar akan butuhnya Khilafah, sebab hanya dari sistem ini lah dapat mendatangkan kebaikan untuk umat manusia.

Banyak teguran yang telah Allah berikan kepada kita semua, dengan banyak bencana yang menimpa di Negeri ini. Dalam naungan Khilafah lah jaminan terhadap umat manusia terwujud. Manusia mempunyai keterbatasan akal sehingga peraturan yang di buatnya tidak akan mendatangkan kebaikan. Penciptalah yang tau fitrahnya manusia di atur dengan apa, sehingga kita harus kembali menggunakan aturan dari pencipta. Solusi dari semuanya adalah tegaknya Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah.[MO/sr]

Posting Komentar