Mediaoposisi.com|Redaksi-Terkait kejadian pembunuhan terhadap 31 orang di Papua, kami ingin menyampaikan turut berduka atas meninggalnya saudara kita yang ditembak oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata)

Kami menilai tidak tepat jika disebut KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), penyebutan ini bentuk ketidak beranian negara menindak dengan tindakan yang lebih seperti pernah dilakukan terhadap GAM (Gerakan Acheh Merdeka). Kami menduga bahwa hal ini karena banyak negara asing yang turut serta memantau situasi di Papua.

Penyebutan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) tidak lah tepat, karena yang nama kelompok kriminal tujuannya tak jauh dari motif ekonomi, pengakuan eksistensi diri dan sosial. Tindakan nya murni berupa perbuatan kriminal atau kejahatan. Sementara yang terjadi di Papua lebih tepat disebut OPM (Operasi Papua Merdeka) atau Gerakan separatis atau gerakan yang ingin memisahkan diri dari Indonesia atau dipandang sudut hukum pidana adalah Makar.

Ketidak beranian Pemerintah memberikan label Pemberontak atau pelaku makar kepada OPM (Operasi Papua Merdeka) dinilai tidak konsisten. Sementara kepada Ormas Dakwah Islam seperti HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) Pemerintah sangat terkesan ambisius dan emosional. HTI dituduh Makar, dituduh ingin mengganti Pancasila dan dituduh tidak setuju UUD 1945.

OPM sudah jelas berusaha untuk memisahkan Papua dari wilayah Indonesia, itu sama saja tidak setuju Pancasila dan UUD 1945. Jika OPM setuju Pancasila dan UUD 1945 mana mungkin mereka mau memisahkan diri dari NKRI?!.

OPM jika ditinjau dari aktivitas dan hukum, sudah memenuhi disebut pelaku Makar atau pemberontak atau separatis atau teroris. Tindakannya menebar teror, membunuh, menggalang kekuatan internasional agar negara luar mendukung mereka.

Sementara HTI hanya mendakwahkan ajaran Islam yaitu Khilafah, khilafah adalah ajaran Islam yang ada penjelasan didalam Al Qur'an, As-sunah dan dipraktekkan oleh para sahabat Rasulullah SAW yang dikenal Khilafah Rasyidah.

Khilafah adalah pemersatu umat Islam, khilafah selamatkan negeri yaitu menyelamatkan Indonesia agar menjadi negeri yang berkah dan bermartabat atau 'baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur'. Lantas kenapa dituduh Makar?!.[MO/sr]

Posting Komentar