Oleh:Emi Kartini

Mediaoposisi.com-Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa umat muslim menginginkan perubahan, perubahan yang total bukan sebagian. Umat sudah lelah menghadapi masalah yang tak pernah ada ujungnya. Janji-janji yang tak pernah dipenuhi, kebohongan dalam segala aspek umat ingin perubahan yang hakiki yang akan menghantarkan umat kepada kemenangan yang nyata. Dimana umat akan merasakan kedamaian, kesejahteraan, keadilan, dan keamanan yang diimpikan. Bukannya hanya khayalan semata.

Kini dengan bersatunya umat merupakan titik awal jalan menuju perubahan dimana umat merindukan arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Hidup mandiri tanpa campur tangan bangsa lain juga ingin dipimpin dibawah kepepimpinan yang amanah. Bukan kepemimpinan seperti saat ini, pemimpin yang lebih membela para kapitalis, pemimpin yang menjual aset negaranya sendiri, pemimpin yang memaksakan pajak kepada rakyatnya, dan juga yang membuat hukum yang timpang untuk rakyatnya.

Masih lekat dalam ingatan kita ketika acara 212 di Monas minggu kemarin, umat berkumpul dari seluruh penjuru negeri bahkan ada yang dari negara lain. Mereka mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin perubahan, ini ditunjukkan kepada pemimpin negeri ini apakah datang untuk melihat rakyatnya. Ternyata tidak, dia malah asyik bersepeda dengan alasan yang klise memperingati hari Disabilitas sedunia oh sungguh miris sekali.

Sungguh berbanding terbalik dengan seorang Khalifah, pemimpin yang akan selalu siap melayani rakyatnya, pemimpin yang akan selalu ada untuk rakyatnya, dan menghukumi dengan hukum yang adil yang akan diambil dari dalil Al-qur’an dan Hadits. Karenanya, marilah kita perjuangkan Syari’ah dan Khilafah, jangan hanya diam dan menjadi penonton saja. Karena keberkahan dunia dan akhirat akan tercapai.[MO/sr]


Posting Komentar