Oleh : Jartika

Mediaoposisi.com-SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Anggota Satpol PPKota Lhokseumawe menggelar razia terhadap pegawai (baik PNS maupun honorer) yang bolos saat jam kerja di 35 kafe, Senin (19/11/2019). Razia tersebut dimulai pukul 09.30 WIB sampai 11.30 WIB.

Dalam operasi itu terjaring 38 orang pegawai, Rinciannya, 25 pegawai Pemko Lhokseumawe dan 13 lainnya pegawai Pemkab Aceh Utara, Kasatpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Dr Irsyadi, menyebutkan, razia dilakukan dalam upaya penertiban terhadap pegawai yang nongkrong di kafe saat jam kerja.

Bagi pegawai yang terjaring, diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan itu, dan diminta kembali ke kantornya,  Selanjutnya, personel Satpol PP akan merekap hasil razia. Data pegawai Lhokseumawe yang terjaring razia akan diserahkan ke wali kota.

Sedangkan untuk pegawai Pemkab Aceh Utara akan diserahkan ke bupatinya melalui Kasatpol PP setempat. "Razia ini akan terus berlanjut di waktu-waktu tertentu," demikian Irsyadi. Ini sangat wajar terjadi bagi para pendidik, dimana yang mereka pahamkan sebelumnya adalah keuntungan atau gaji semata tanpa ada berfikir atau memalingkan harapan untuk mencerdaskan generasi peradaban.

Jadi hanya transfer ilmu semata tanpa ada tindak lanjut atau continu memperhatikan problem simurid. Bahkan semerbak kemajuan zaman, tanggungjawan transfer ilmupun seakan ditinggalkan oleh kebanyakan guru, apalagi boro-boro menjadi penriayah bagi siswa.

Karna para guru yang sebelumnya jauh dari pada aqidah islam akan menyebabkan mudahnya meni-nggalkan tanggungjawab yang mulia. Apalagi didukung dengan sistem kapiralisme sekulerisme. Dan ketika mendapatkan kelalaian para pengajar. Pemerintah harusnya mampu menyelesaikan problem ini, bukan hanya sekedar memperpenuh data atau membeberkan gobloknya kontribusi para guru.

Maka penyelesaian yang sangat tepat adalah menanamkan aqidah islam yang benar beserta moral dan akhlah mulia. Karna ketika seseorang mengikat dirinya dengan aqidah yang benar maka dia tidak akan membuat kerusakan dimanapun dan kapanpun. Namun aqidah yang benar ini hanya diterapkan oleh sistem islam yang kaffah. Dan ini adalah suatu yang ditakutkan kapitalis, sehingga seupaya mereka menebarkan fitnah supaya aqidah islam ini tidak terealisasi dalam diri manusia.

Tapi kita sebagai muslim sejati pasti resah atas kerusakan yang terjadi. Maka kita harus mampu bangkit untuk mengembalikan sistem islam yang menerapkan aqidah islam. Supaya siapapun termasuk para guru akan tetap berkomitmen dengan tanggung jawab mereka, untuk mendapatkan kebahagiaan tidak hanya didunia tapi juga diakhirat.[MO/ge]

Posting Komentar