Oleh:  Ummu Kharitsa

Mediaoposisi.com- Riuh padatnya peserta yang hadir dalam reuni Akbar Mujahid 212 dengan penuh  santun, ketenangan, ketertiban dan kebersihan sudah cukup untuk membantah  berita hoax yang menggambarkan bahwa acara tersebut merupakan acara yang anarkis dan sia-sia.

Bagi seorang muslim sejati, apapun profesinya mereka menginginkan untuk menghadiri acara tersebut yang merupakan miniatur gambaran dari persatuan kaum muslim. Terlaksananya acara ini sudah cukup menggentarkan musuh2 Islam dan para anteknya yang ingin mencengkram Indonesia dengan sistem kapitalis neoliberal yang merupakan alat penjajahan yang sistematis untuk menghancurkan sendi-sendi tatanan kehidupan bangsa ini.

Dalam perhelatan Akbar tersebut ada hal penting yang menyita perhatian  di medsos yaitu mengenai isi pidato habib Rizieq Shihab yang intinya beliau memberi himbauan untuk tetap menggaungkan amanah perjuangan untuk perubahan menyelamatkan bangsa dan NKRI. Dengan menghimbau bangsa ini untuk memilih caleg yang berasal dari Partai koalisi  hasil ijmak ulama yang siap bela ulama, siap bela bangsa dan siap bela negara.

Namun yang menjadi pertanyaan betulkah dengan memilih orang yang tepat akan menghantarkan negeri ini menjadi bangkit tanpa dibarengi pergantian sistem yang benar?

Bila kita mengkaji ulang dengan apa yang terjadi dengan bangsa ini dari awal merdeka sampai saat ini ada beberapa hal yang belum berubah yaitu asas yang melandasi negeri ini berdiri, jika diperhatikan dari isi asa negeri ini merupakan gabungan dari beberapa ideologi. Sedangkan sifat dari ideologi itu satu sama lain tidak bisa digabungkan karena ideologi merupakan asas yang akan melahirkan aturan yang khas. Adapun yang disebut ideologi saat ini diantaranya idiologi Islam, kapitalis dan sosialis. Suatu bangsa akan menjadi bangkit apabila mereka menerapkan salah satu ideologi tersebut secara utuh. Walaupun sifat kebangkitan dari ketiga idiologi ini akan berbeda-beda hasilnya ada yang hakiki ada juga yang tidak hakiki, bersifat dan menimbulkan kerusakan didalam kehidupan.

Dengan melihat perjalanan sejarah dunia kita bisa mempelajari ideologi mana yang dapat menghantarkan pada kebangkitan hakiki dan yang tidak. Misalnya ideologi sosialis kita bisa melihat bentuknya ketika negara-negara di Eropa tergabung dalam  unisoviet yang menerapkan sistem sosialis dimana ideologi ini berdiri di atas asas bahwa segala sesuatu berasal dari materi dan akan menjadi materi dan menampikkan keberadaan agama yang dianggap candu dalam  sistem ini, mereka mendambakan persamaan disegala aspek kehidupan, dan  memimpin rakyatnya dengan tangan besi. Hal ini dapat menghantarkan mereka kepada kebangkitan namun tidak hakiki karena banyak hal yang tidak manusiawi sehingga banyak korban dan kerusakan dari penerapan sistem ini.

Lain halnya dengan ideologi kapitalis.  Ideologi ini tidak jauh faktanya  dari kehidupan kita saat ini, hal yang paling mendasar dari ideologi ini adalah asas pemisahan agama dari kehidupan bahwasanya ada pengakuan segala sesuatu itu diciptakan oleh Tuhan namun Tuhan tidak memiliki kemampuan  untuk membuat atauran kehidupan mereka maka jadilah aturan kehidupan dibuat  oleh manusia itu sendiri. Sebagai implementasi dalam pemerintahan dibuatlah per undang-undang an yang akan mengikat seluruh warga negara baik suka ataupun tidak untuk tunduk mengikuti aturan tersebut, sistem inipun sudah bisa dirasakan kerusakannya dimana jarak kesenjangan sosial semakin jauh  antara yang miskin dan yang kaya yang miskin makin miskin yang kaya makin kaya,kenapa demikian?

Hal seperti ini pasti akan terjadi mengingat manusia itu makhluk yang sangat terbatas sehingga sudah dapat dipastikan bahwa manusia  tidak layak untuk membuat aturan kehidupan karena akan menimbulkan ketimpangan. Aturan yang dibuat hanya akan menguntungkan pihak tertentu yang memiliki kekuasaan dan harta dan mendzolimi pihak yang lemah. Namun sungguh akan berbeda jauh dengan ideologi Islam yang datang dari sang Kholiq pencipta seluruh alam yang sangat faham dengan manusia sebagai makhluk ciptaannya.

Sehingga aturannya pun dibuat sesuai dengan apa yang dibutuhkan manusia. Sejarah telah menorehkan bagaimana Islam diterapkan selama 13 abad dalam bentuk kehilafahan yang menguasai  3/4 dunia. Kenapa Islam dikatakan ideologi? padahal secara umum umat muslim di negeri ini mengakui agamanya hanya sekedar mengatur urusan ibadah saja,betulkah demikian?.

Coba kita ingat-ingat Mungki semua pernah mendengar bahwa Al-Qur'an adalah pedoman hidup disebut pedoman hidup karena memang isinya mengatur segala aspek kehidupan mulai dari pakaian,makanan,ibadah,akhlak, muamalah dan uqubat yang semuanya hanya bisa terealisasi bila diterapkan dalam bingkai khilafah Islam tidak bisa dicampurkan dengan sistem yang lain. Dan gambarannya ketika sistem Islam diterapkan, bukan hanya warga yang muslim saja yang  mendapat jaminan hidup warga non muslim tidak serta Merta dipaksa untuk memeluk agama Islam. Mereka tetap dipersilakan memeluk agamanya hak-hak mereka  akan dijamin seperti halnya warga negara yang muslim hanya tatanan  kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang diatur dengan Islam bukan urusan ibadahnya.

Satu hal lagi yang harus menjadi perhatian bagi seseorang yang mengaku muslim bahwa yang menjadi uswah bagi kita adalah Baginda Rasulullah yang telah memberi contoh dan arahan bagaimana menerapkan aturan Islam secara kaffah. Beliau tidak pernah sedikitpun berpaling dari jalan yang lurus,dan bermanis muka dihadapan para pembesar yang pada saat itu ingin menghentikan  aktifitas dakwah beliau untuk mengganti sistem yang jahiliyah yang rusak  dengan sistem Islam.

Beliau menapaki metode yang jelas untuk mencapai tujuannya sampai pada akhirnya Islam bisa diterapkan secara kaffah dalam bingkai khilafah Islam di Madinah. Masihkah kita ragu dengan metode Rasulullah yang secara fakta sejarah mencapai 13 abad lamanya , sehingga membentuk peradaban gemilang yang menghasilkan ilmuwan yang sangat cemerlang.Sehingga dapat ditarik kesimpulan negeri ini akan dapat bangkit jika menerapkan sistem yang benar yaitu sistem yang sudah diturunkan oleh sang  Kholiq Allah al-mudabir bukan hanya ganti personil saja.[MO/sr]

Posting Komentar