Oleh: Kartiara Rizkina Murni

Mediaoposisi.com-SIGLI-Dinas kesehatan (Dinkes) Pidie mencatat sejak Januari sampai November 2018 terdapat 12 kasus anak gizi buruk di kabupaten Pidie. Dua anak baliata di antaranya mengalami gizi buruk ini meningga dunia pada Oktober 2018. Sedangkan tiga balita sembuh, sisanya masih dalam perawatan.(serambinews.com 28/11/2018)

Permasalahan kasus gizi buruk merupakan penyebab langsung dari kekurangan nutrisi atau infeksi, tidak lain merupakan dampak dari akumulasi berbagai persoalan akibat dari sitem kapitalisme saat ini, baik dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan lainnya. Ekonomi yang yang tidak merata menyebabkan krisis, pengangguran yang semakin tahun jumlahnya semakin bertambah karena rendahnya penyerapan lapangan pekerjaan yang di sediakan oleh pemerintah.

Menyebabkan masyarakat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semuanya serba mahal. Harga beras dan makanan pokok lainnya yang mengalami kenaikan, di karenakan pemerintah lebih banyak mengimpor daripada menggunakan hasil produksi negara sendiri. Padahal hasil panen dari Indonesia juga banyak dan mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia, tetapi pemerintah malah tetap impor sehingga hasil panen yang di lakukan petani Indonesia tidak dapat di distribusikan.dan lagi-lagi petani merugi, dan lagi-lagi petani miskin.

Dengan demikian hal ini telah mendorong angka kemiskinan terus naik. Tidak heran jika masyarakat tidak dapat membeli bahan makanan mereka dengan pemenuhan gizi yang tepat. Di tambah lagi pelayanan kesehatan baik fasilitas atau sumber daya manusianya yang kuranng memadai serta sulitnya keterjangkauan. Apalagi saat ini pelayanan menggunakan BPJS juga sudah terbatas untuk beberapa penyakit, semakin memperparah kondisi masyarakat.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41)

Gizi buruk merupakan satu bentuk  kerusakan yang di sebabkan ulah manusia itu sendiri. Manusia yang tidak lagi menggunakan aturan sang Khaliq (pencipta)  melainkan menggunakan aturan yang di buat oleh manusia. Padahal kita ketahui bahwasannya manusia itu lemah dan terbatas, maka sudah sewajarnya hal demikian terjadi. 

Hanya Islamlah solusi umat, sebab dalam naungan Khilafah Islamiyah umat akan terjaga dan terlindungi dalam semua aspek baik pendidikan, ekonomi, kesehatan, politik, lapangan pekerjaan dan lainnya.

Maka masalah kesehatan umatpun akan menjadi tanggung jawab pemimpin, yang tentu saja dalam Khilafah pemimpin tersebut adalah pemimpin yang taat yang menjalankan hukum berdasarkan hukum Allah Swt, sang Al-muhaimin (maha pemelihara) dan Al-‘alim (maha mengetahui) yang labih tau apa yang di butuhkan oleh manusia dan tidak tanggung-tannggung justru yang terbaik untuk manusia.

sebagaimana Rasulullah Saw dan para sahabat melakukan hal tersebut. Allah Swt berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 

Artinya: “Jikalau penduduk kota-kota beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS Al-‘Araf: 96)[MO/ge]

Posting Komentar