Oleh:Muna Juliana N
(Alumni MAS Plus Darul Hufadz)

Mediaoposisi.com- Peristiwa fenomenal Aksi Bela Islam jilid I 2016 pada 2 Desember kita hadir kembali di tempat ini untuk laksanakan reuni, pertemuan kembali sebagai rasa syukur bahwa pada hari ini diingatkan kembali pada spirit perjuangan 212 yang telah menggemparkan seluruh dunia
Aksi 212 bela kalimat tauhid memberi beragam pelajaran pada kita tentang karakter umat ini, umat Muhammad yang saat ini sudah kehilangan perisainya namun masih memiliki dengan utuh ruh akidahnya.  Saat ini memang umat tidak lagi dinaungi oleh sistem Islam, sistem khilafah. Namun ghirah menjalankan perintah agama masih sangat kuat bergelora.

Mengapa berbondong hadir dalam aksi tersebut dan berkorban waktu, tenaga dan harta?
Karena umat merasakan panggilan yang sama untuk hadir di aksi itu, yaitu panggilan iman dan dorongan kesadaran. Semua ingin memberikan yang terbaik yang dimiliki untuk membuktikan imannya.

Apa saja akan dikorbankan karena sadar bahwa itulah yang akan memberikan kebaikan.
Kesadaran akan tanggungjawab sebagau muslim yang harus membela kalimat tauhid, meninggikan bendera rasulullah, menuntut pelaku pembakaran bendera Nabi SAW diberi sanksi setimpal.. juga kesadaran bahwa citra umat Islam yang dicap radikal wajib dilawan dengan aksi nyata yang begitu santun, elegan dan bermartabat.

Iman dan kesadaran inilah yang mendorong umat melakukan kontrol terhadap diri dan lingkungannya. Dirinya ingin menunjukkan sikap terbaik sebagai muslim dan juga ingin menjaga agar saudaranya melakukan hal yg sama. Sesungguhnya inilah kekuatan dahsyat yang dimiliki umat Islam.

Inilah yang harus kita pahami, semua muslim sesungguhnya punya modal dasar memberikan kontribusi terbaik kalau diseru dengan seruan iman. Karenanya fenomema ini semestinya meyakinkan kita, bila sistem kehidupan kita hari ini dibangun atas landasan iman/takwa maka bisa dipastikan bahwa kesertaaan masyarakat untuk berkontribusi menjalankan semua aturan dengan kerelaan dan bahkan dengan pengorbanan terbaiknya.

Masyarakat akan bahu membahu menjalankan agenda pembangunan karena  itu memberi kebaikan dunia akhirat. Bahkan mereka akan melakukan kontrol sosial dan memberi nasihat pada penguasa sebagai wujud kasih sayang sesama muslim.

Dan hendaknya kita sadar, darimana lagi kita bisa membangun sebuah tata kehidupan dan sistem pemerintahan yang bisa menghantarkan pada terpenuhinya seluruh kemaslahatan dan tercapainya kebaikan-kebaikan di dunia sekaligus bisa menjamin keselamatan dan kebahagiaan hakiki di akhirat? Tidak lain tata kehidupan itu adalah tata kehidupan Islam dan sistem pemerintahan yang bersumber dari Islam adalah sistem Khilafah.

Posting Komentar