Mediaoposisi.com|Redaksi- Saat ini arus media begitu cepat dalam menyampaikan informasi. Tapi anehnya kenapa malah di isi berbagai konten yang isiya hoax, penutupan fakta, diplintir tidak sesuai dengan realita, Islam yang di citra burukkan dan ajarannya dikambing hitamkan.

Apa jadinya negeri ini jika media isinya menyebar kebencian terhadap islam?...
Masyarakat yang tiap hari mendapatkan penyampaian berita yang isinya tidak sesuai realita bisa menyebabkan tercuci otaknya dibawah sadar. Dan akhirnya menyimpulkan sesuai ide yang telah disampaikan oleh media yang isi pesan-pesannya hanya berisi kotoran sampah yang tidak berguna untuk masyarakat.

Sampai disini jangan langsung berhenti bacanya ya!..., karena kalau bacanya tidak sampai tuntas nanti bisa salah faham. Untuk menambah semangat dalam membaca sediakan kopi supaya ada yang menemani anda dalam membaca. Jangan lupa niatkan membacanya ya !... he he he…

Saat itu ada media dari Geotimes, yang diketuai oleh Rommy Adams bertempat di Jalan Jambu no. 51 Gondangdia – Menteng, Jakarta Pusat 10350 di naungi oleh PT.Geotimes Aksara Media.
Pernah memberitakan “Bahaya Laten Hizbut Tahrir Indonesia”  yang telah ditulis oleh Hasanudin Abdurrahman.

Dia menyatakan kenal  Hizbut Tahrir sejak publik belum mengenalnya dan mengetahui perekrutan kader mudanya melalui kampus-kampus. Selain itu juga mengetahui Ismail Yusanto selaku Jubir dari Hizbut Tahrir yang dulunya kuliah di UGM dan Aktivis LDK Jamaah Salahudin.
Sampai tahu tentang Ismail Yusanto yang secara tiba-tiba menjadi kader dari Hizbut Tahrir dan kemudian memasukkan khittah dan mafahim di FSLDK, yang arahnya untuk membuat pondasi ideologis dan teknisnya.

Dia menyatakan bahwa Ismail yusanto menyatakan pendapatnya dari dorongan seponsor. Padahal apa yang telah disampaikan oleh Islamail Yusanto benar-benar dari ajran Islam bukan sponsor yang dibuat penuh dengan setingan.

Kenapa harus Geotimes menginfokan dengan kaget kalau Hizbut Tahrir telah menjadi organisasi yang formal, kemudian Ismail Yusanto bisa menjadi juru bicara Hizbut Tahrir.Gagasan mendirikan Khilafah bisa juga disampaikan secara terang terangan.. Bahkan acara Muktamar Khilafah pernah disiarkan di TVRI.

Apa Salahnya Jika Hizbut Tahrir Mendirikan Khilafah Dan Acaranya Disiarkan Di TVRI?...
Itu semua tidak salah, ide khilafah yang telah disampaikan oleh Hizbut Tahrir benar-benar dari ajaran Islam, toh Hizbut Tahrir menyampaikan idenya tidak dengan kekerasan , dengan damai, dan melalui penyampaian dakwah. Ketika disiarka di TVRI juga tidak masalah kan yang mensiarkan TVRI suka rela kok GEOTIMES sewot sih !!!...., apa GEOTIMES kurang ngopi ya ?...

Bahkan Hizbut Tahrir menyampaikan ide yang dia bawa tidak masalah kalau disampaikan vulgar, kan  Hizbut Tahrir menyampaikan tidak maling ayam, tidak korupsi, harusnya  media ini klarifikasi ngobrol sambil ngopi sama orang Hizbut Tahrir agar tidak sembarangan mengatakan vulgar kayak apa aja ?...

Yuk, sruput kopinya kopi dulu supaya bacanya tambah semangat!
Kok bisa tiba-tiba Ismail Yusanto  selaku Jubir Hizbut Tahrir tiba-tiba dikatakan mendukung gerakan ganti presiden yang diseponsori oleh PKS yang telah diketahui melalui video yang dibarengi dengan Mardani Ali Sera mengatakan selogan Ganti Presiden dan yang diakhiri Ganti Sistem oleh Ismail Yusanto selaku jubir Hizbut Tahrir.

Kenapa media GEOTIMES menyatakan kelompok tersebut dibilang dulunya bersaing dan tiba-tiba bersatu. Sebetulnya kelompok tersebut tidak bersaing lebih tepatnya dikatakan Fastabilkairat dan jalannya pun berbeda di PKS melalui jalur parlemen, wajar kalau jargonnya ganti presiden, kalau Hizbut Tahrir kan Non parlemen wajar kalau yang disampaikan Ganti Sistem. Jika dikatakan "mau menumbangkan pemerintahan jokowi yang telah diberangusnya", jelas tidak mungkin karena Hizbut Tahrir hanya menyerang terhadap kebijakan Rezim dan rencana jahad yang ada dibalik kekuasaannya.

Hizbut tahrir adalah salah satu kelompok Islam yang menyampaikan Islam baik formal atau informal. Bahkan badan hukum dicabut tetap saja Hizbut Tahrir layak menyampaikan ide dan gagasannya, karena semata-mata yang disampaikan oleh Hizbut Tahrir adalah Dakwah. Kalau ada media yang malah mencitra burukkan Hizbut Tahrir sama saja itu, mencita burukkan Islam karena yang dibawa Hizbut Tahrit adalah Islam.

Maka dari itu sudah selayaknya masyarakat untuk lebih berhati-hati melihat media yang ada saat ini. Karena media saat ini sudah disetir penguasa. GEOTIMES salah satunya media yang terang-terangan fitnah jahat terhadap Islam, layak bagi anda untuk mewaspadai media ini, supaya tidak ternodai!...
Liaht di MediaOpoisi saja yang jelas-jelas membongkar "Fakta Secara Blak-Blakan"[MO/sr]

Posting Komentar