Mediaoposisi.com|Redaksi-Sangat jelas saat ini banyak sekali media-media yang benar-benar memebenci Islam. Saat umat Islam menyampaikan ide dan gagasannya malah media sekuler senantiasa memframing Islam dengan Framing buruk dan memberi pemahahan buruk pada masyarakat.

Memang di Indonesia ada ormas demokrasi dan ormas anti demokrasi , padahal dalam system demokrasi ini memiliki sebuah kebebasan dalam berserikat. Dalam kebebasan berserikat ini semua ormas sudah pasti jelas-jelas boleh berserikat asalkan dalam pembentukannya membuat sebuah badan hokum perkumpulan. Anehnya di negeri ini seperti HTI menjadi korban pembubaran ormas dari pemerintah yang tidak sesuai dengan prosedur  negara. Anehnya kenapa GEOLIVE menyatakan orams Islam yang melonjak .

Padahal dengan jelas pemerintah sendiri yang  anti Islam sampai membubarkan HTI menggunakan berbagai cara dengan menggunakan PERPUnya untuk menggebuk Islam. Apa salahnya ormas yang terang-terangan dalam menolak demokrasi?...,Apa salahnya ormas yang terang-terangan mau mengganti demokrasi?....

 Anehnya kenapa GEOLIVE memperlihatkan sebuah potongan video Gerakan Mahasiswa Islam, yang Aksi  ingin mengganti Sistem Negara Demokrasi. Harusnya GEOLIVE memeperlihatkan videonya secara detail, karena didalam orasi video mahasiswa Islam tersebut ada pemaparan mengapa sistem negeri ini harus diganti !....

Kenapa ormas Islam yang jelas –jelas menyampaikan ajaran Islam tentang system pemerintahan malah dikatakan ormas yang menyalah gunakan  demokrasi. Kemudian mereka berdalih “kebebasan berserikat itu dapat dibatasi secara demokrasi  selama ada pelanggaran yang mengandung misuse dan abuse”.Justru pemerintah malah menjadikan demokrasi sebagai alat untuk menggebuk Islam.

Dalam demokrasi ormas akan dibekukan atau dibubarkan selama ada pencucian dan penggelapan uang. HTI yang dinyatakan ormas oleh pemerintah telah Nampak tidak pernah melakukan pencucian dan penggelapan uang bahkan tidak ada perekrutan Teroris dan pencideraan hak konstitusional warga Negara lain. Justru yang disampaikan oleh HTI saat ini adalah edukasi melalui dakwah Islam.

Laranga Ibadah, penolakan hak berpolitik dan razia inkonstitusional perlu di cek kembali  bahwa hari ini ormas Islam tidak ada yang pernah melarang agama lain untuk beribadah. Tidak ada juga penolakan hak berpolitik dan Tindakannya tidak ada bertentangan dengan undang-undang dasar atau konstitusional. Jika bertentangan, bertentangan dengan undang-undang yang mana?...

Aplah arti Visi Misi sebuah Ormas yang anti demokrasi, jika memang demokrasi ini sudah jelas nampak rusak, apa salahnya jika diganti?..., RUU Ormas terbukti mengancam Umat Islam karena Dakwah Islam dibatasi dan tidak bisa di sampaikan secara menyeluruh sampai aspek Negara.

Sungguh aneh jika Umat Islam yang mengatakan Islam sampai aspek Negara dikatan mementingkan kepentingannya sendiri dan dikatakan penghancur NKRI. Dalam akun Youtube GEOLIVE yang dibawakan oleh Cita Tania, yang Nampak jelas megambil kutipan dari Prof. Nadir Syahhusein “Islam Indonesia Harus Tetap Moderat dan Rahmatan Lil’alamin."

Perlu diketahui bahwa arti Moderat dalam kamus KBBI adalah berkecenderungan ke arah dimensi atau jalan tengah. Maka dari itu janganlah menjadi ormas Islam yang cenderung mengambil jalan tengah,karena perlu anda ketahui bahwa moderat itu sendiri adalah dari ide dari barat bukan Islam. Sudah selayaknya untuk meninggalkan moderat


Maka dari itu perlu diwaspadai untuk chanel GEOLIVE beserta media GEOTIME yang jelas media kimcilan membenci Islam sampai mengatakan secara tidak langsung Ormas Islam yang sesuai islam dikatakan Ormas kimcilan. Harusnya media ini bertobat dari pemberitaan yang isninya hanya kebencian terhadap islam.[MO/sr]
   

Posting Komentar