Oleh : Wida Aulia 

Mediaoposisi.com-Tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu. Biasanya dalam keluarga kecil yang terdiri dari suami, istri dan anak-anaknya akan memberikan ucapan selamat hari ibu kepada istri oleh suaminya  dan kepada ibu oleh anaknya.

Donasi Save Muslim Uighur

Pada  hari itu seorang ibu dibebaskan dari segala macam pekerjaaan rumah, semua  pekerjaan dilakukan oleh anggota keluarga lain. Ada yang memberikan sekuntum bunga dan hadiah lain sebagai kado spesial untuk seorang ibu pada hari itu. Bak jadi ratu sehari, itulah gambaran bagi seorang ibu pada tanggal 22 Desember. 

Generasi milenial yang akrab dengan internet pun mengikuti tren yang sudah mulai menjadi sebuah tradisi tahunan itu.

Berawal dari melihat seliweran status teman di media sosial  yang memajang foto kebersamaan dengan  ibu, meme- meme ucapan hari ibu maupun dari berbagai video kalangan artis yang mengunggah tentang bagaimana mereka memuliakan ibunya pada tanggal 22 Desember. Juga bagaimana mereka membuat ucapan - ucapan kerinduan pada ibunya yang telah meninggal.

Hal ini sangat wajar, mengingat jasa dan perjuangan seorang ibu untuk anak-anaknya saangat besar bahkan tidak akan dapat dibalas.

Mulai dari mengandung dengan berbagai kepayahan dan kelemehan, menyusui, merawat, mengasuh bahkan tak jarang juga menafkahi anaknya. Pengorbanan seorang ibu yang begitu besar sehingga tak heran jika semua berlomba-lomba untuk memuliakan ibunya. Bahkan Islam pun juga menempatkan posisi seorang ibu dengan sangat mulia diatas kedudukan seorang bapak.

Seperti yang telah ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadist  nya yang berasal dari pertanyaan seorang sahabat. "Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini." Rasul menjawab, "Ibumu." Kemudian dia bertanya lagi, "Lalu siapa?"

Rasul menjawab, "Ibumu." "Kemudian lagi, ya Rasul," tanya orang itu. "Rasul menjawab, "Ibumu." Lalu, laki-laki itu bertanya lagi; "Kemudian, setelah itu siapa, ya Rasul?" "Bapakmu," jawab Rasulullah.

Dari hadits tersebut secara jelas, kita semua wajib menghormati lebih tinggi sosok ibu di dunia ini. itulah penting nya setiap anak memberikan rasa hormat dan patuh kepada kedua orang tuanya, terutama ibunya.

Sebab, kasih sayang yang diberikan seorang ibu, melebihi sayangnya terhadap yang lain. Mereka rela berkorban segalanya demi si buah hati yang dicintainya. Mereka rela merasakan panasnya matahari di siang hari, dan dingin di waktu malam, tanpa pernah lelah untuk melindungi anak–anaknya.

Sayang, tradisi memuliakan seorang ibu hanya terjadi pada momen- momen tertentu bahkan bisa jadi hanya terjadi dalam sehari pada tanggal 22 Desember. Apalagi saat ini ketika pendidikan sekuler yang diterapkan justru membuat generasi milenial tersebut jauh dari memuliakan seorang ibu dalam dunia nyata.

Dihari yang lain mereka kembali jauh dengan ibunya dan lebih dekat dengan media sosial. Mereka tak enggan menolak permintaan ibunya, membentak ibunya hanya karna tidak sependapat. Bahkan memaksa dan tak jarang berbuat kasar jika permintaan mereka tidak dipenuhi. Padahal dalam islam seorang anak dilarang berkata ah pada orang tuanya apalagi sampai menbentak.

Aturan tentang bagaimana memuliakan seorang ibu salah satunya dengan berkata santun dan lemah lembut padanya, dan aturan ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu sebelum ada peringatan hari ibu. Yakni aturan dari Islam, Sebagaimana firman Allah:

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).


Jadi yang terpenting dari memaknai hari ibu bukanlah dengan mengunggah foto-foto kebersamaan dengan ibu di media sosial. Seolah hanya sebagai penghormatan semu, Namun harus dipahamkan pada anak-anak selaku generasi milenial saat ini, bahwa menghormati ibu, mematuhi ibu, lemah lembut dan memuliakan ibu tak cukup hanya satu hari pada tanggal 22 Desember.

Namun lebih dari itu harus dilakukan setiap hari di sepanjang masa bahkan meskipun sang ibu telah meninggal. Memberikan doa terbaik dan amal shalih agar ibu yang telah meninggal mendapat ampunan Allah dan mendapat tempat yang mulia disisiNya. Dan semua itu akan terwujud dengan menanamkan akidah  Islam  pada generasi milenial.

Posting Komentar