Oleh: Enung Sopiah 
(Member AMK)

Mediaoposisi.com- Indonesia adalah negara yang menggunakan sistem demokrasi kapitalis. Yang mana perekonomiannya juga menggunakan sistem kapitalis-liberal, perekonomian diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala bidang perekonomian, kepada setiap orang untuk memperoleh keuntungan seperti yang dia inginkan.

Persaingan bebas dengan asing dan korporasi akhirnya menjadikan yang mempunyai modal besarlah yang bertahan dalam sistem ini, sementara pemodal-pemodal kecil banyak yang bangkrut dan gulung tikar. Akhirnya rakyat indonesia banyak yang mengalami kesulitan dalam bidang ekonomi, karena belum siap dengan persaingan bebas.

Sulitnya mencari pekerjaan bagi kaum laki-laki, membuat para wanita berlomba-lomba dalam mencari pekerjaan untuk sekedar membantu suami dalam mencari nafkah. Pada akhirnya para wanita-lah yang bekerja diluar rumah, dengan meninggalkan aktifitas sebagai ibu rumah tangga, dan mereka bekerja seharian, bahkan banyak para wanita yang bekerja lebih dari 8 jam.

Sungguh penomena yang sangat miris, seorang wanita seharusnya menjadi ibu rumah tangga, mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan pendidikan yang terbaik. Ibu adalah ummun warobbatul bait, dan ibu adalah  madrosatul ula. Jadi bagaimana anak-anaknya berkembang dengan baik, berakhlaq mulia, sementara peran ibu tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, tentu tidak akan melihat bagaimana peran ayah dan ibu yang seharusnya. Mereka para pengusaha besar atau korporasi, hanya mementingkan bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa melihat dampak buruk dari perlakuannya terhadap para wanita. Para wanita dieksploitasi, sehingga waktu dirumah untuk mendidik dan mengurus anak-anak pun tidak dipedulikan.

Menjadi keuntungan besar bagi para pengusaha dinegri ini dengan mengganti para pekerja laki-laki dengan wanita, dengan alasan para wanita tidak sulit diatur. Sementara para suami mengganti peran istri dirumah. Para wanita dipekerjakan diberbagai sektor ekonomi, bahkan sebagai kuli kasar pun sekarang banyak ditemui, dengan alasan emansipasi wanita. Sungguh semua ini berdampak bagi perkembangan generasi penerus bangsa yang kurang perhatian dan pendidikan yang baik dari orang tuannya, terutama ibu mereka.

Sehingga banyak anak-anak remaja melakukan pergaulan bebas, penyalah gunaan narkoba dan tindakan kriminal. Dimedia masa pun sering terjadi eksploitasi terhadap perempuan, contoh kecilnya sering kita jumpai adalah pada iklan komersial, model peraga iklan akan memainkan lekuk tubuh dan peranan tertentu, bagian-bagian tubuh tertentu, yang mengundang gairah kaum laki-laki sering dipertontonkan.

Sangat jelas sekali bahwa sistem demokrasi kapitalis, tidak berpihak kepada kaum wanita, alih-alih kaum wanita dilindungi dan dihargai yang terjadi malah sebaliknya, kaum wanita banyak dieksploitasi, sehingga kaum wanita-pun banyak yang menjadi korban pelecehan seksual dan korban kekerasan.

Berbeda dengan islam, islam begitu menjaga dan memuliakan kaum wanita. Sebelum datang islam, pada masa jahiliyah, para wanita dianggap aib bagi keluarga, bahkan ketika mereka mempunyai bayi perempuan, merek tidak segan membunuh bayi-bayi perempuan mereka dengan cara mengubur hidup-hidup. Ketika datang cahaya islam menerangi kegelapan, yang risalahnya dibawa oleh Rasulullah SAW, islam memerangi segala bentuk kedzaliman dan menjamin setiap hak manusia tanpa terkecuali.

Banyak sekali dalil-dalil dalam Alqur'an dan as sunnah yang menerangkan tentang perlindungan islam terhadap kaum wanita. Allah SWT berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah), karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak". (Qs. An-Nisa :19 ).

Rasulullah SAW bersabda, " Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada wanita". (HR. Muslim no 3729).

Itulah dalil-dalil dalam Alqur'an maupun as sunnah yang menerangkan betapa islam sangat memuliakan dan melindungi kaum wanita, sehingga penerapan syariat islam itu sangat penting, agar setiap hak manusia terlindungi, baik laki-laki maupun kaum wanita. Sudah seharusnya sistem yang tidak berpihak kepada kemanusiaan ditinggalkan dan diganti dengan sistem islam yang memanusiakan manusia.[MO/sr]

Posting Komentar