Oleh: Sumiati
Praktisi Pendidikan dan Member AMK

Mediaoposisi.com-Kabar pilu tidak ada henti-hentinya terdengar dibelahan dunia sana. Air mata, amarah, kebencian, dan seuntai doa terus dipanjatkan untuk saudara seiman. Berbagai karya pena untuk saudara terus digencarkan.

Donasi Save Muslim Uighur

Hanya inilah yang bisa kita lakukan untuk sementara ini. Hati terus terus bertanya, mengapa ini terjadi? Kabar dunia bahwa China membantai etnis muslim Uighur, Myanmar membantai etnis muslim Rohingya,  Israel membantai etnis muslim Palestin, Rusia membantai etnis muslim Tatar, India membantai etnis muslim Bengal dan Kashmir.

Bahkan saat ini diperkirakan sekitar satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang Barat, Cina tanpa melalui proses peradilan.
https://kitabisa.com/bantumuslimuyghur

Tetapi muslim adalah objek yang paling utama, menjadi perbincangan seputar terorisme dan radikal-isme, mereka tidak pernah menuduhkan predikat tersebut kepada atheis China, Budh Myanmar, Yahudi Israel, Kristen Rusia, Hindu India.

Yang sejatinya pelaku terorisme dan radikalisme adalah mereka. Sungguh inilah kapitalis yang segala sesuatu terbalik.

Media pun terus menyajikan platform enterpreneur politik, menggambarkan islam yang salah. Jika terus-menerus sistem kapitalis menjadi ideologi dunia, maka kondisi umat muslim duniapun akan terus seperti ini.

Umat muslim tidak memiliki kekuatan disaat tidak memiliki institusi negara yang menjadi pelindung yaitu kekhilafahan. Nyawa dan kehormatan kaum muslim tidak lagi dihargai.

Berbeda dengan sistem islam, ketika ada seorang muslimah diganggu kehormatannya, maka khalifah sampai mengutus ribuan tentara untuk menggempur Yahudi yang mengganggu muslimah tadi, seperti kisah Khalifah Mu'tasim Billah. Betapa islam sangat melindungi warga negaranya. Dan dalam sistem kapitalis tentu tidak ditemukan hal ini.

Hanya sistem pemerintahan islamlah yang sesuai dengan fitrah manusia. Yang layak untuk diterapkan dalam kehidupan, karena bersumber dari sang pencipta dan pemilik manusia, yakni Allaah swt. [MO/ge]

Posting Komentar