Oleh : Enung Sopiah

Mediaoposisi.com-Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan terjadinya penembakan terhadap para pekerja PT. Istaka Karya, oleh sekelompok orang yang mereka namakan "Kelompok Kriminal Bersenjata" dipapua, yang berujung meninggalnya puluhan pekerja PT. Istaka Karya.

Menurut beberapa sumber, dan dibenarkan oleh kapolres jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, bahwa penembakan ini terjadi, ketika kelompok KKB ini sedang melakukan upacara, tanpa sengaja salah satu pekerja melihatnya kemudian mengambil poto nya, tetapi diketahui oleh kelompok KKB ini, dan mereka marah, akhirnya terjadilah penembakan terhadap para pekerja ini.

Tetapi sungguh sangat ironi, pemerintah tidak tegas dalam menangani masalah yang dilakukan oleh kelompok kriminal ini, padahal kelompok ini sudah sering melakukan keonaran, penyekapan dan pembunuhan terhadap warga sipil dan aparat, bahkan teror-teror yang dilakukan oleh sekelompok orang ini sudah lama terjadi, tetapi pemerintah terkesan seakan membiarkannya tanpa ada tindakan tegas dari aparat dan pemerintah. Bahkan pemerintah hanya melabeli kelompok ini dengan sebutan "Kelompok Kriminal Bersenjata".

Padahal jelas-jelas kelompok ini sering membuat teror, bahkan ingin melepaskan diri dari NKRI, apakah karena mereka bukan umat islam? hingga meskipun seringkali membuat teror tapi tidak disebut teroris.

Berbeda ketika yang membuat kerusuhan adalah oknum yang mengaku umat islam, pemerintah dan aparat langsung melabelinya dengan sebutan teroris, bahkan penanganannya terkesan cepat, ketika terduga teroris, dengan cepat aparat bisa menangkapnya, bahkan tanpa diperiksa pun langsung tembak ditempat, ketika sang terduga teroris melawan aparat.
Sungguh sangat menyedihkan diskriminasi terhadap umat islam dinegri sekuler ini.

Teringat kejadian diposo, salah satu warga disana yang terkena imbas dari kerusuhan poso adalah keluarga santoso, yang mana santoso merasa pemerintah dan aparat tidak adil terhadap keluarganya, yang menjadi korban dalam kerusuhan tersebut.

Karena merasa tidak adanya keadilan dari pemerintah dan aparat terhadap keluarganya, akhirnya santoso melakukan cara sendiri untuk mendapat keadilan.

Santoso memberontak kepada aparat dan pemerintah, karena merasa bahwa hukum tidak adil terhadap keluarganya, santoso tidak pernah membakar bendera merah putih, sementara KKB atau OPM pernah membakar bendera merah putih, dan mengibarkan bendara OPM.

Santoso mempunyai anggota sebanyak 30 orang, menurut badan inteligent, tetapi OPM lebih banyak lagi anggotanya dibanding santoso.

Kelompok santoso dihabisi dengan 3000 orang tentara hanya untuk menghabisi 30 orang saja, sementara kepada OPM dilakukan pendekatan persuasif, sungguh miris ketidak adilan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap umat islam, ketika umat islam menjadi minoritas, disana umat islam di dzolimi, tetapi ketika umat islam jadi mayoritas semua umat terlindungi.

Begitulah strategi barat yang telah membajak islam, dengan menggiring opini, bahwa islam itu keras, sehingga umat islam dilabeli dengan sebutan teroris hanya untuk membawa umat yang belum faham terhadap islam yang sebenarnya kepada islam phobia.

Ada sebuah skenario global yang sangat besar dengan dana milyaran dolar yang saat ini sedang dijalankan sebagai tindak lanjut dari kebencian yang bermula dari perang salib dimasa lalu.

Sebagai umat islam seharusnya kita menyadari akan skenario barat ini yang akan menghancurkan umat islam, dan umat islam seharusnya bersatu agar tidak tercerai berai, sehingga musuhpun sulit untuk menghancurkan. Allah SWT berfirman:" Berpeganglah kalian semua pada tali (agama) Allah dan janganlan bercerai-berai". (QS  Al-Imran :103)

Imam ibnu katsir menafsirkan ayat tersebut, bahwa tali Allah adalah Al quran, siapapun yang berpe-gang teguh pada Alquran, berarti berjalan diatas jalan yang lurus, ayat ini merupakan perintah Allah untuk berpegang pada al-jamaah dan melarang untuk bercerai-berai.

Dengan demikian betapa penting tegaknya syariah dan khilafah, karena dengan  khilafah umat islam akan bersatu, dan khilafah adalah junnah atau perisai bagi umat islam, dan dengan khilafah alaa minhajin nubuwwah, marwah umat islam akan kembali digenggaman.

Rasulullah SAW bersabda," Barang siapa yang mati sedangkan dilehernya tidak ada baiat (kepada seorang imam/khalifah) maka matinya adalah mati jahiliyah." (HR Muslim no1851)[MO/ge]

Posting Komentar