Oleh: Emma Triati

Mediaoposisi.com-Opini syariah dan khilafah semakin tersebar luas diseluruh penjuru negeri pasca ditambah lagi meningkatnya kesadaran masyarakat akan persatuan umat membuat panik rezim saat ini. Kepanikan ini karena, mulai bangkitnya gerakan-gerakan politik Islam, yang dalam aktivitasnya adalah berkaitan dengan mengoreksi pengurusan masyarakat oleh penguasa.

Bagi anda yang ingin donasi Media Pro Islam Bisa melalui:
layanan Donasi Media Pro Islam

Kedzaliman dan kesempitan hidup yang semakin menjepit kehidupan masyarakat seperti tidak stabilnya nilai tukar rupiah, kriminalitas dimana-mana, harga-harga kebutuhan yang semakin naik, biaya hidup yang tinggi dsb masih menjadi pekerjaan rumah bagi penguasa.

Belum lagi jeratan hutang yang kian menggunung semakin menyengsarakan rakyat pasalnya rakyat juga lah yang harus mengembalikan hutang berikut bunganya tersebut yang diambil dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

APBN ini tentunya paling besar porsinya diambil dari pemungutan pajak negara kepada rakyat. Lagi-lagi rakyatlah yang menjadi korban dan hal ini menyadarkan masyarakat bahwa tidak ada solusi lain yang dapat menuntaskan masalah ini kecuali hanya Islam. Bangkitnya gerakan politik Islam ini membuat penguasa mencari celah untuk menyudutkan umat islam.
Baru-baru ini Badan Intelejen Negara merilis 50-an penceramah yang menyebarkan paham radikal di 41 Masjid (detik.com).

Radikal berasal dari bahasa Latin “radix” yang artinya adalah akar sedangkan, makna radikal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) adalah secara mendasar sampai pada hal yang prinsip, maju dalam berpikir atau bertindak. Jika dilihat kata radikal ini bermakna netral atau bukanlah istilah kearah negatif, bahkan sebagai seorang muslim maka pasti sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengatur semua aspek kehidupan dan wajib mengambil islam secara kesuluruhan dan menjadikannya mengakar dalam diri setiap muslim.

Berbeda halnya apabila kata “radikal” ini ditambah dengan “isme” atau menjadi kata radikalisme yang bermakna paham atau aliran yang radikal dalam politik, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, sikap ekstrem dalam aliran politik. Radikalisme saat ini banyak disematkan oleh penguasa kepada gerakan-gerakan Islam politik apalagi yang mereka membawa dakwah kepada syariah dan khilafah.

Hal ini karena pada kenyataanya gerakan ini tidak melakukan aksi-aksi kekerasan yang bisa untuk kemudian dikenakan pasal pidana dll, sehingga penguasa mencari-cari cara untuk menghentikan kebangkitan Islam ini yaitu dengan pelabelan radikalisme ini. Semua ini menjadikan masyarakat semakin takut dengan Islamnya sendiri (Islamphobia) dan bahkan tidak terbesit didalam benak mereka untuk kembali kepada menerapkan Islam secara menyeluruh dalam kehidupan.

Label radikalisme ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Islam adalah agama yang memuat peraturan lengkap dan petunjuk dalam mengarungi bahtera kehidupan. Islam berasal dari sang pencipta seluruh alam semesta dan seisinya serta maha pengatur semua ciptaannya. Manusia dalam hidup ini sudah seharusnya dan sewajarnya bertindak sesuai aturan dari penciptanya yaitu Allah.

Allah telah memberikan manusia panduan atau pedoman hidup yang bahkan dijamin keasliannya sampai hari kiamat yaitu Quran. Salah satu perintahNya adalah manusia menerapkan Islam secara keseluruhan dalam kehidupannya. Allah bahkan menjamin ketika Islam ini diterapkan maka berkah dari langit dan bumi akan tercurah kepada seluruh penduduk negeri tersebut. Buktinya adalah ketika Islam diterapkan selama kurang lebih 13 abad lamanya menguasai 2/3 dunia dengan menaungi dan mempersatukan seluruh ras, suku, golongan, bahasa dan agama dalam satu kepemimpinan yaitu Islam.

Ketika Islam diterapkan menyeluruh di bumi Allah ini, pasti dengan kesempurnaannya mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang mencekik masyarakat.[MO/sr]

Posting Komentar