Oleh : Maryatiningsih (Ibu Rumah Tangga)

Mediaoposisi.com-Hingar bingar tahun baru masehi segera tiba, sebagian besar masyarakat, termasuk umat muslimpun ikut merayakannya. Trompet, topi kerucut warna - warni, petasan, pertunjukan musik, serta kovoi motor akan kita jumpai. Tua muda akan ikut serta merayakannya,sudah menjadi budaya dan kebiasaan masyarakat baik di luar negeri maupun dalam negeri.

Ayo Donasi Untuk Muslim Uyghur

Tanggal satu Januari 2019 adalah tahun baru masehi, setiap tahunnya pasti menjadi Momentum yang spesial. Di berbagai kota akan terlihat keramaian - keramaian tersebut,tepatnya jam duabelas malam, di berbagai cenel TV secara live menayangkannya.

Namun sayang tanpa di sadari sesungguhnya umat islam sudah tertipu,dengan atribut yang di gunakan yaitu trompet dan topi berbentuk kerucut yang berkaitan dengan budaya pagan, budaya kafir. Dalam sebuah hadits dikatakan Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.

Supaya kita tidak terjebak dengan ketidak tahuan yang akan menyebabkan kita dalam kesesatan maka
kita perlu tahu dan faham mengenai Tahun Baru masehi. Karena ternyata ada misi untuk melenyapkan ajaran para Nabi dari dunia ini. Di dalam sebuah buku sejarah tentang Tahun Baru yaitu The Word Blok Encyclopedia tahun 1984 di katakan Penguasa Romawi Julian Caesar menetapkan menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan(waktu). Bulan Januari di ambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang mempunyai dua wajah, sebuah wajahnya menghadap ke(masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa).

Sosok dewa janus adalah sesembahan kaum pagan Romawi(berhala),maka tanpa di sadari kadang kita mengikuti mereka. Bulan Januari (bulannya janus) di tetapkan setelah Desember di karenakan Desember adalah Winter Soltice,yaitu hari - hari dimana kaum pagan penyembah matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Puncak Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari sekian banyak pengaruh pagan pada budaya Kristen selain penggunaan lambang salib. 

Tanggal 1 Januari sendiri adalah seminggu setelah pertengahan Winter Soltice, yang juga termasuk dalam bagian ritual dan perayaan Winter Soltice dalam paganisme. Mereka merayakan tahun baru atau hari Janus dengan mengitari api unggul, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.

Mengenai terompet yahudi, masyarakat pagan kuno pada masa penyembahan berakhir, ketika memasuki masa aries 2150 SM hingga 1 Masehi. Aries disimbolkan dengan seekor domba dengan tanduk melintir.Karena itulah saat ini umat yahudi ortodoks memelihara kuncir di samping telinga yang menyerupai tanduk melintir dan mereka juga menggunakan terompet berbentuk tanduk domba.

Kemudian mengenai topi kerucut mempunyai sejarah yang bermula pada Muslim Andalusia. Saat itu terjadi pembantaian Muslim Andalusia yang di lakukan oleh Raja Ferdinan dan Ratu Isabela yang di kenal dengan Inkuisisi Spanyol. Inkuisisi di mulai semenjak tahun 1492 di keluarkannya Dekrit Alhamra yang mengharuskan semua non Kristen untuk keluar dari Spanyol atau memeluk Kristen. Muslim yang tetap memilih tinggal di lumpuhkan secara ekonomi dan diisolasi dalam kampung - kampung tertutup yang di sebut Gheto untuk memudahkan pengawasan terhadap aktivitas Muslim.

Tidak cukup hanya diisolasi, tetapi muslim Andalusia harus memakai pakaian khusus berupa rompi dan topi kerucut yang di sebut SANBENITO . Ketika orang - orang barat menggunakan topi ini dalam pesta - pesta mereka, sejatinya mereka merayakan kemenangan atas jatuhnya Muslim Andalusia dan keberhasilan Inkuisisi Spanyol. Masa demi masa topi kerucut menjadi budaya yang di gunakan oleh umat Islam dalam merayakan tahun baru masehi dan ulang tahun.

Setelah kita memahami dan mengetahui budaya tahun baru, maka sudah seharusnya kita kembali kepada Islam yang benar - benar sahih, Islam yang kaffah. Dengan selalu meningkatkan pengetahuan
kita tentang Islam, yaitu mengkaji Islam dengan sungguh-sungguh. Wallohualam bishowab.

Posting Komentar