Oleh. Sofia Ariyani, S.S 
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com-Penindasan, penangkapan, penculikan, pelanggaran HAM dan berbagai kedzali-man terhadap etnis Uighur yang dilakukan oleh tirani Cina bukanlah isapan jempol belaka.

Pemberitaan-pemberitaan itu faktual dan sudah menjadi rahasia umum bagi khalayak internasional bahwa Cina Komunis tengah membersihkan negerinya dari agama Islam.

Siapapun yang memeluk Islam bagi tirani Cina "no mercy". Tak pandang bulu, anak-anak, orang dewasa, lansia, laki-laki dan wanita semuanya dibersihkan dari hal yang berbau Islam. Mulai dari mencuci otak hingga dibabat habis.

Upaya genosida etnis Uighur sudah berlangsung sejak 1949 sebagaimana republika.co.id melansir, Xinjiang berada di bawah kekuasaan Cina sejak abad ke-18. Pada tahun 1949, wilayah ini memerdekakan diri dengan nama Negara Turkestan Timur, namun tak lama usianya.

Di tahun yang sama, Xinjiang secara resmi menjadi bagian dari Republik Rakyat Cina yang berhaluan komunis.

Pada 1990-an, dukungan terbuka untuk kelompok separatis meningkat setelah runtuhnya Uni Soviet dan munculnya negara-negara Muslim independen di Asia Tengah. Namun, Beijing menindas demonstrasi dan menangkapi aktivisnya. Sejumlah besar tentara yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Beijing juga secara aktif menambah warga baru di wilayah ini. Pada sensus tahun 2000, populasi etnis Han mencapai hingga 40 persen dari populasi. (5/17)

Pertikaian yang tak kunjung usai walau seluruh negara mengecamnya, sekali pun PBB mendesak Cina agar mengakhiri penindasan terhadap etnis Uighur. CNN Idonesia melansir, Dalam rapat dengar pendapat di Markas PBB di New York, Amerika Serikat pada November lalu, sejumlah negara sudah mendesak supaya China mengakhiri perlakukan diskriminatif terhadap etnis Uighur dan para pegiat HAM.

Namun, China menyangkal seluruh laporan dan mengabaikan tekanan dengan mengklaim catatan penerapan HAM mereka baik-baik saja dan disebut meningkat selama empat dasawarsa.

Pemerintah China menolak tudingan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Muslim Uighur di Wilayah Otonomi Xinjiang, dengan memaksa mereka masuk ke kamp khusus. Mereka malah menganggap etnis Uighur bukan orang normal dan mencoba 'mendidiknya'. (8/18)

Sangat jelas kebencian orang-orang kafir terhadap Islam. Bagi siapa pun yang berlabel Islam maka akan dilenyapkan.

يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا بطانة من دونكم لا يألونكم خبالا ودوا ما عنتم قد بدت البغضاء من أفواههم وما تخفي صدورهم أكبر 

قد بينا لكم الآيات إن كنتم تعقلون

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (mengambil) kemudharatan bagimu.

Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. " (QS. Ali Imran [3]: 118)

Tidak ada HAM bagi Islam. HAM hanya berlaku bagi mereka penganut selain Islam. Justru mereka dijamin dalam segala kebebasan.

Ya, Kapitalismelah penyebab utama penindasan, diskriminasi, dan genosida terhadap negeri-negeri  Muslim. Tidak hanya membumi hanguskan umat Islam juga mengeruk kekayaan alam negeri Muslim.

Kapitalisme, sistem yang berlandaskan aqidah pemisahan hidup dari agama (sekularisme) yang melahirkan sistem-sistem rusak lainnya, demokrasi dan liberalisme. Demokrasi inilah pencetus 4 kebebasan, kebebasan beragama, kebebasan berperilaku, kebebasan berpendapat dan kebebasan berkepemilikan. Semua kebebasan ini dijamin oleh negara penganut Kapitalisme.

Namun Kapitalisme sendiri tidak konsisten dalam menyebarkan idenya. Salah satunya ide demokrasi yang mengusung kebebasan.

Fakta di lapangan mengatakan bahwa kebebasan-kebebasan itu tidak berlaku bagi umat Islam. Tidak bebas beragama, malah dipaksa untuk meninggalkan Islam seperti kasus Muslim Uighur. Tidak bebas berpendapat, umat Islam yang teriak HAM atas pelanggaran yang dibuat tirani Cina tidak digubris.

Tidak bebas berperilaku, umat Islam yang mengenakan jilbab dan khimar dilecehkan. Tidak bebas berkepemilikan, kekayaan alam negeri Muslim dikeruk habis-habisan.

Terlebih Sosialisme-Komunisme yang membenci agama, baginya agama adalah candu yang akan meracuni masyarakat. Sosialisme-Komunisme mengubur hidup-hidup fitrah beragama, yang jelas-jelas bertentangan dengan fitrah manusia. Karena menurut Sosialisme-Komunisme manusia dan alam semesta ada berkat materi semata dan menafikan Pencipta. Jadi jelas para Sosialis-Komunis tidak mau diatur oleh agama.

Dan sangat jelas adanya pelanggaran HAM yang terjadi pada etnis Uighur disebabkan ideologi yang kini menaungi dunia, Kapitalisme, ditambah sokongan dari ideologi Sosialisme-Komunisme. Ideologi-ideologi itulah biang keladi pertikaian, penindasan dan pelanggaran HAM yang ada di dunia. Karena sama-sama tidak ingin diatur oleh agama.

Hanya Islam agama yang peduli terhadap sesama. Di dalam Islam agama apa pun akan dijamin keamanannya, keselamatannya, bahkan aqidahnya. Karena di dalam Islam tidak ada paksaan untuk masuk ke dalam Islam. Allah Ta’ala berfirman:

لَا إكْرَاه فِي الدِّين قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْد مِنْ الْغَيّ

“Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan” (QS. Al Baqarah: 256)
Penderitaan saudara kita Muslim Uighur di Xinjiang-Cina mengingatkan kita pada sabda Rasulullah Saw:

إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ، وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.

kJika seorang imam (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ’Azza wa Jalla dan berlaku adil, maka dia (khalifah) mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad)

Ya, hanya Khilafahlah yang mampu mengakhiri penderitaan umat Islam di seluruh dunia. Karena tugas seorang Imam atau khalifah itu harus bisa memberikan rasa aman atas urusan dunia dan agamanya (atas penyimpangan) akibat dari serangan musuh-musuh Islam baik itu dari kalangan kafir ataupun dari kalangan orang-orang munafik.

Kewajiban seorang imam juga memerintahkan umat untuk menaati Allah dan Rasul-Nya serta mengatur (memerintah) mereka dengan adil dan tidak ada hukum yang adil kecuali hukum Allah ‘Azza wa Jalla. [MO/ge]

Posting Komentar