Oleh : Jartika

Mediaoposisi.com-JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, TB Ace Hasan Syadzily menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan tuna gharita atau dikenal dengan disabilitas mental menggunakan hak pilihnya saat mendatang.
Menurutnya, hak memilih merupakan hak dasar warga negara, termasuk hak perekaman e-KTP yang merupakan salah satu syarat sebagai pemilih.

“Soal apakah yang bersangkutan akan menggunakan hak pilihnya atau tidak, itu nanti tergantung kesadaran dia. Menurut saya hak dia sebagai warga negara untuk memilih adalah bagian hak dari konstitusional dan itu harus dihargai,” ungkapnya.

Dirinya pun meminta kepada para penyelenggara pemilu untuk proaktif mendata kaum disabilitas mental yang merupakan sebagai salah satu syarat Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilu.
Memang tak dapat dipungkiri kerusakan dan kebobrokan sistem demokrasi, hari demi hari semakin memunculkan sesuatu yang berbeda, yang tak pernah terfikirkan oleh kita.

Dimana orang yang kehilangan aqal (gangguan jiwa/gila) bisa memberikan kontribusi kepada hal yang dia sendiri tidak tau dengan hal tersebut. Allah pun mengangkat beban darinya tapi bisa-bisanya manusia malah sebaliknya.

Sungguh inisiatif tak berharga yang membawa kehancuran. Yang jika kita melihat seakan tak logic, aneh bin ajaib tapi fakta.

Mungkin, mereka tidak menemukan satu strategik jitu lagi, sehingga kekuasaan adalah caranya untuk membuat kebijakan semaunya, sesuka hatinya tanpa perlu sanggahan dari masyarakat.

Namun apa yang dilakukan demokrasi ala kapitalis semakin menunjukan muka asli dibalik persem-bunyiannya. Bagaimana bisa menyembunyikan durian dalam ruangan, lama kelamaan kebhatikan pasti akan terhancurkan.

Harusnya kini masyarakat jeli, membuka mata, dan bangun dari hipnotis kebangkitan semu kapitalis. Karna akar dari kesembrawutan dimulai dari kerusakan sistem demokrasi yang diterapkan dan hanya berorientasi pada kekuasaan saja. Tidak ada titik cerah atau harapan lagi dari kapitalis ini untuk kebaikan apalagi untuk menjadikan patokan dalam menggapai keberkahan hidup.

Hanya islamlah dengan politik islamnya yang dapat membawa kebaikan bagi seluruh umat dalam setiap aspek kehidupan, karna tegaknya diatas tuntunan Allah subhanallahuwata'ala.

Politik islam juga tidak hanya berorientasi pada materi atau keuntungan, tapi sangat nemprioritaskan ketaatan kepada sang khaliq. Dan aturannya ditunjukan semata-mata untuk kemaslahatan umat di seluruh penjuru alam.

Sebagaimana firman Allah dalam (QS. Al-a'raf : 96) :

 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.[MO/ge]

Posting Komentar