Oleh :Putri Eka Savitry
Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Mediaoposisi.com-Beberapa hari yang lalu, sedang hangat dibicarakan mengenai iklan salah satu girlband asal Negeri Gingseng, Blackpink. Bagaimana tidak, kini pandangan generasi mengenai kehidupan hanya sekadar menjajakan tubuh, mendewakan kecantikan oleh riasannya yang tentunya memanfaatkan perempuan sebagai objek nilai jual. Berbagai media menyodorkan dengan bebas wanita berpakaian mini dan bergoyang sesuka hati, menganggap popularitas adalah puncak pencapaian terbaik dalam hidup hingga lupa bahwa kehidupan sebenarnya adalah akhirat. Asas manfaat yang diemban oleh kapitalis menjadi akar dari segala kemunduran moral, tidak memperhatikan pandangan martabat seorang manusia.

Sekuler-kapitalis telah merajalela di Indonesia, bahkan hingga menyerang generasi muda yang seharusnya meneruskan perjuangan Rasulullah.

Taktik kapitalis telah berhasil meracuni pemikiran generasi muda sehingga terjadi kemunduran cara berfikir, memandang dunia adalah segalanya, hingga tidak lagi memperhatikan bagaimana Islam telah mengatur hidupnya agar menjadi manusia yang derajatnya tertinggi di antara semua makhluk hidup. Sekulerisasi generasi melalui media sudah menjadi hantu yang selama ini meracuni, terutama dari segi food, fun, dan fashion. Tidak sekedar mengubah cara berfikir, kapitalisme juga telah menjadi sihir bagi alam bawah sadar generasi muda. Salah satu bukti yang sedang banyak dibicarakan yaitu video seorang anak yang menyanyikan lagu girl band seksi ketika merasa kesakitan. Miris, ingatannya telah dicuci.

Tidak Segan Melawan Kebenaran

Setelah ramai beredar petisi pengajuan kepada KPI yang dilayangkan oleh sebuah aliansi penentang iklan senonoh di antara tayangan khusus anak, penggemar yang terhipnotis budaya kapitalis ini tak segan membuat kembali petisi untuk menghentikan aksi tersebut. Bagaimana mereka tak mau kalah gigih dengan penentang iklan tersebut, begitu mengerikan.

Menghujam kebenaran dengan berbagai ucapan yang tidak sepantasnya dilontarkan oleh generasi muda Muslim di berbagai dunia maya. Mereka tidak lagi mementingkan siapa yang mereka lawan, apa yang mereka perjuangkan, dan bagaimana generasi muda Indonesia akan dipandang oleh kacamata dunia. Mereka sudah lupa.

Berkaca pada berbagai kengerian hal di atas, maka sudah pasti apa yang datang dari manusia akan menyesatkan. Menganggap bahwa idola mereka adalah segalanya, tidak lagi mementingkan bagaimana generasi Muslim tersebut akan mempertanggung jawabkan sikap mereka di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka sudah jelas Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin akan memusnahkan seluruh kerusakan yang terjadi di muka bumi ini serta justru menjadi penerang bagi logika seluruh manusia, tidak hanya Muslim.

Sebagaimana Islam tidak hanya mengatur aspek rohani manusia tetapi juga aspek kehidupan, Islam yang diterapkan dengan sempurna akan juga merambah dunia media. Menyuguhkan nilai – nilai luhur, yang tentunya  mampu sekaligus menjaga budaya moral dan adab serta meningkatkan ilmu pengetahuan, mengarahkan pada peningkatan integritas dari manusia sebagai pelaksana kehidupan di muka bumi juga menjaga keseimbangan gaya hidup sesuai tuntunan Pencipta Alam Semesta.[MO/an]


Posting Komentar