Oleh : Arinal Haq
(Aktivis Mahasiswa Sidoarjo)
Mediaoposisi.com- Kabar Islam saat ini semakin lama semakin baik. Perkembangan dakwah Islam pun mulai menyebar ke seluruh lini kehidupan masyarakat. Rakyat perlahan mulai sadar bahwa syari'at Islam lah aturan terbaik bagi seluruh manusia. Namun, di tengah-tengah kesadaran ummat yang semakin meningkat, datang sebuah kabar yang cukup mengejutkan. 
Seperti halnya yang dilansir oleh bbc.com (19/11) menjelaskan bahwa masjid-masjid dilingkup pemerintahan seperti kementerian, lembaga, dan BUMN, belum bebas dari paparan radikalisme. Dalam catatan Badan Intelijen Negara (BIN), dari 41 masjid yang terindikasi telah terpapar radikal, tersisa 17 lagi yang kondisinya masuk kategori parah. Pengamat Terorisme, Al Chaidar, menyatakan paparan radikalisme maupun intoleransi tak hanya terjadi di masjid lingkungan kementerian, lembaga, dan BUMN, tapi sudah menyebar ke hampir seluruh tempat ibadah di Indonesia. 
 Kabar seperti hal ini tentu menyudutkan kaum muslimin, akan tetapi ancaman bagi kaum munafik. Perang pemikiran pun terus terjadi. Bagi mereka yang tidak menyukai kabar ini maka terus melontarkan berbagai istilah untuk membentuk persepsi negatif terkait Islam, seperti radikalisme atau terorisme. 
Pemerintah pun nampaknya panik dengan bangkitnya gerakan politik Islam yang telah menyebar ke segala penjuru negeri. Tak heran jika dapat kita saksikan bahwa pemerintah terus mencari celah untuk menyudutkan Islam dan kaum muslimin. Pemerintah juga kerapkali abai tatkala umat Islam mengajukan hak keadilan di mata hukum. Upaya diskredit terhadap Islam terus masif dilakukan. Sebagai umat Islam, kita harus memahami hal-hal yang ada dibalik propaganda yang dilakukan oleh pemerintah ini. 
Framing negatif terhadap Islam, kriminalisasi ulama, penistaan agama dan yang semisalnya adalah sebagian cara pemerintah untuk meredam gelombang syari'at Islam yang sedang diperjuangkan oleh umat Islam saat ini. Berbagai teror pun dilakukan, salah satunya adalah dengan menebar mata-mata di tengah-tengah umat Islam. Pembatasan nama-nama Khotib dan materi ceramah juga dilakukan. Pemerintah terlalu menghabiskan energi untuk membungkam dakwah Islam ini. 
Semua yang dilakukan akan berakhir sia-sia bahkan akan menjadi bumerang bagi pemerintah yang sangat anti Islam. Karena Islam yang mereka sudutkan adalah berasal dari Allah, Dzat yang menciptakan seluruh yang ada di langit dan bumi. Aturan Islam adalah aturan yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah untuk mengatur segala aspek kehidupan. Tak ada satupun yang mampu menyamainya, apalagi manusia. 
Maka, kedaulatan tertinggi adalah Allah SWT. Hanya Allah yang mengetahui yang baik dan buruk bagi manusia. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus yakin bahwa Islam adalah ajaran yang penuh kebaikan dan mampu menjadi solusi atas seluruh permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Kebangkitan Islam yang sekarang sudah mulai nampak keberadaannya harus terus kita perjuangkan hingga Islam benar-benar dapat diterapkan dan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin segera terwujud. Wallahu a'lam.[MO/sr]
 

Posting Komentar