Oleh: Wida Aulia 

Mediaoposisi.com-Sebagai seorang netizen tentu kita sudah terbiasa dengan perdebatan dan komen-tar pedas di media sosial yang lebih banyak mengarah pada cacian, hinaan, cibiran dan bully'an semisal julukan kecebong, IQ 200 sekolam, bani serbet, kelompok sumbu pendek, istilah sontoloyo dan sejenisnya.

Hal tersebut terjadi akibat kesalahan menakar standar perbuatan dalam sekulerisme yang berasaskan pemisahan agama dari kehidupan sehingga menghasilkan perbuatan yang salah tampak benar sedangkan yang benar tampak salah.

Berbeda dengan Islam yang menakar perbuatannya berdasarkan hukum syara’ untuk mendapatkan ridho Allah Subhanahu wa ta'ala sehingga setiap aktivitasnya harus bernilai ibadah.
Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ  اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Namun demikian, umat Islam khususnya para aktivis dakwah masih sering terjebak dalam frame perbuatan dari sistem sekuler yang justru membuat kita terlena dan jauh dari aktivitas dakwah.

Padahal kita seharusnya menampakkan akhlak Islam yang mulia dengan menjaga lisan kita meskipun hanya didunia maya. Hal ini membuktikan bahwa ketakwaan individu saja tidak cukup tanpa adanya kontrol dari masyarakat dan juga negara.

Oleh karna itu dalam aktivitas media sosial hendaknya kita memperhatikan hal-hal berikut ini :
1.Jangan latah / ikut-ikutan share sesuatu yang kita tidak tahu kebenarannya
Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ   ۗ  اِنَّ  السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya."(QS. Al-Isra' 17: Ayat 36)

2. Jangan menulis dusta, hinaan, umpatan, ghibah dsb karna setiap apa yang kita tulis juga akan dimintai pertanggung jawaban.
Allah SWT berfirman:

اَلْيَوْمَ  نَخْتِمُ عَلٰۤى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا  يَكْسِبُوْنَ

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."(QS. Ya-Sin 36: Ayat 65)

3. Jangan lupa syarat diterimanya amal adalah karna ikhlas dan dengan cara yang benar. Fokus kita adalah untuk menyampaikan kebenaran maka sampaikanlah dengan cara yang ma'ruf.
Allah SWT berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ  وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ  اِنَّ  رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."(QS. An-Nahl 16: Ayat 125)

Semoga dengan memperhatikan hal-hal tersebut kita tidak terseret arus aktivitas kaum sekuler yang hanya memburu kepuasan dan kesenangan ketika berinteraksi di dunia maya.

Semoga kita juga dapat tetap fokus memanfaatkan media sosial untuk dakwah agar aktivis dakwah tidak ter warnai oleh sekulerisme melainkan dapat mewarnai media sosial dengan warna Islam laksana menjadi oase di padang pasir karna aktivis dakwah bukan netizen sontoloyo.

Posting Komentar