ilustrasi blackpink


Oleh : Megawati ( Aliansi Perempuan dan Peradaban)
Mediaoposisi.com-BLACKPINK merupakan sebuah grup idola wanita besutan  Entertainment yang mampu mendulang kesuksesan luar biasa lewat dua single debutnya, Boombayah dan Whistle. Grup yang digawangi Jennie, Lisa, Rose, dan Jisoo ini memulai debut resminya pada tangal 8 Agustus 2016.

Setelah debut, mereka berhasil menyabet penghargaan pertamanya di berbagai program acara musik Korea. Salah satunya adalah penghargaan pertamanya yang diraih dari acara musik SBS Inkigayo pada 21 Agustus 2016 untuk kategori grup pendatang baru.

Nama BLACKPINK yang terus menerus berhasil merajai beberapa tangga musik semakin dikenal baik oleh publik. Berbagai artikel tentang pencapaian grup ini banyak ditulis oleh beberapa situs media online.

Ketenaran dari Girlband korea yang sedang naik daun ini dimanfaatkan oleh e-commerce ternama dinegara ini untuk menarik minat konsumen agar memburu produk yang ditawarkan oleh salah satu e-commerce ini, alih-alih menarik minat konsumen, e-commerce ternama ini malah mendapat pandangan buruk dari konsumen.

Dibuktikan Beberapa waktu belakangan ini muncul petisi BLACKPINK untuk boikot iklan produk yang dibintangi BLACKPINK. Petisi BLACKPINK untuk boikot iklan onlineshop BLACKPINK tersebut pertama kali diusulkan oleh seorang wanita bernama Maimon Herawati. Alasan Maimon untuk boikot iklan BLACKPINK tersebut adalah karena dirinya menganggap bahwa iklan tersebut tak pantas di putar di televisi. Menurut Maimon, pakaian member BLACKPINK yang mengenakan rok mini sambil bernyanyi dan menari itu tak pantas disaksikan oleh anak kecil (suryamalang.tribunnews.com)

Petisi Maimon tersebut mendapatkan beragam tanggapan, banyak yang merasa tak setuju dengannya dan membuat petisi tandingan. Setelah viral beberapa hari ini, akhirnya KPI pun memberikan tanggapan terkait viralnya pemberitaan iklan BLACKPINK ini.

Melansir dari siaran pers dari laman resmi kpi.go.id, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan peringatan keras kepada 11 stasiun televisi yang menayangkan iklan Shopee BLACKPINK dan acara “Shopee Road to 12:12 Birthday sale”. Hal tersebut dikarenakan siaran iklan dan program acara tersebut dinilai tidakmemperhatikan norma kesopanan yang diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012. Bahkan ketua pusat KPI, Yuliandre Darwis sudah memberikan peringatan pada 11 stasiun TV yang menyiarkannya.

Banyak pihak yang memiliki argumen yang berbeda-beda ada yang beranggapan bahwa iklan ini merupakan perusakan generasi karena dampak yang sangat besar akan ditimbulkan terkait pakaian yang tak senonoh dan gaya Girlband K-POP yang merusak. 

Namun tak sedikit pula yang beranggapan bahwa pendapat demikian terkesan kolot dan tak sesuai dengan perkembangan zaman pasalnya gaya busana mereka sah-sah saja karena merupakan trend fashion dunia hari ini.

Terlepas dari trend fashion atau tidaknya busana yang digunakan oleh girlband ini
sangat tidak sopan, iklan yang diputar berkali-kali dalam stasiun tv dan ditonton oleh
jutaan penonton yang diantaranya terdapat anak-anak usia dibawah umur pasti akan
memberikan dampak buruk hingga menimbulkan perilaku menyimpang. Terbukti banyak anak usia dibawah umur yang menirukan adegan dance ala girlband korea ini
yang sejatinya sangat jauh dari nilai kesopanan

Jika boleh jujur betapa rusaknya konten-konten yang terdapat dalam dunia
pertelevisian bukan hanya kali ini saja bahkan bisa dikatakan 70 % konten yang
disiarkan pada stasiun televisi sarat akan unsur adegan dewasa yang tidak layak untuk
ditonton anak-anak. 

Drama percintaan ala ABG pun sering kali dimuat dalam konten animasi/kartun yang sejatinya menjadi tontonan anak-anak, ini membuktikan bahwa KPI selaku badan yang ditunjuk untuk mengadakan pengawasan menyaring layak atau tidaknya disiarkan. Kurang cermat dalam memilih dan memilah hal mana yang bisa memberi manfaat positif dan negatif. Pemerintah sebagai lembaga tertinggi pun seolah abai pada hal yang bisa merusak generasi. 

Pandangan Islam

Islam memandang bahwa wanita adalah makhluk yang dihormati, kehormatan wanita sangat tinggi nilainya, oleh sebab itu dalam sistem islam haram hukumnya mengeksploitasi wanita untuk dijadikan komoditi yang diperdagangkan. 

Para wanita muslimah diwajibkan untuk menutup aurat sesuai yang diperintahkan Allah SWT. Maka secara otomatis pandangan pria yang melihatnya akan lebih terjaga. Kemudian selain itu dalam hal penyiaran wanita tidak akan diekspos untuk menjadi model dari sebuah produk sembarangan jikapun ada tentu harus dengan ketentuan hukum syara yang berlaku. Yang jelas pasti akan membawa manfaat bagi masyarakat, terutama dikalangan anak-anak bukan malah menjadi racun yang bisa merusak pemikiran generasi muda seperti halnya saat ini.

Inilah akibat dari rusaknya sistem sekuler yang ada dinegara ini, negara bukan lagi menjadi pelindung bagi rakyatnya justru pelan tapi pasti menumbuhkan benih-benih krisis moral ditengah masyarakat khususnya generasi muda, oleh sebab itu sudah sepatutnya Negara ini mencontoh bagaimana sistem Islam dalam hal mengatur aspek sosial. Terutama masalah penyiaran karena hanya islamlah yang bisa memberikan pengaruh positif bagi masyarakat dan menjamin tidak akan terjadi krisis moral yang
dialami generasi pada hari ini.[MOvm]

Posting Komentar