Oleh : Novia Roziah 
(Blogger dan Member Revowriter)

Mediaoposisi.com-Dalam hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Darda RA, Ulama adalah warasatul anbiya, pewaris para nabi. Yang diwarisi oleh ulama tidak lain dan tidak bukan adalah Alquran sehingga yang berhak untuk mendapatkan gelar ulama ialah, orang yang bersungguh-sungguh mengamalkan seluruh isi  AlQuran dan mengajarkannya.

Namun, sayang saat ini gelar ulama banyak ternodai karena kesombongan individu yang jauh dari Alquran, seperti baru-baru ini seorang Syeikh asal Lebanon yang sengaja diundang oleh rezim mengajak agar umat islam di Indonesia tidak tergoda dengan sistem pemerintahan kekhilafahan alasannya karena masa kini model pemerintahan itu justru bisa menyebabkan ketidakstabilan.

Masih menurut sang syeikh, islam yang dipraktekkan di Indonesia merupakan contoh baik yang sejalan dengan demokrasi. Dan sistem demokrasi telah menerapkan syariah dengan baik.

Ungkapan sang Syeikh perlu di luruskan. Klaim demokrasi telah menerapkan syariah islam dengan baik tidak terbukti. Justru dengan demokrasi ini, banyak intimidasi pada umat islam. Banyak ulama dipersekusi. Khilafah yang dalam kitab fiqih manapun selalu ada dan menjadi bagian dari syariat islam dianggap bukan bagian syariat islam. Ini tentu pendapat yang berbahaya.

Karenanya, umat islam harus cerdas, umat harus bisa membedakan manakah ulama yang bisa di “panuti“ dan mana ulama yang harus kita waspadai. Pesan Imam Syafi’i “ Nanti diakhir zaman akan banyak ulama yang membingungkan umat, sehingga umat bingung memilih mana ulama warasatul anbiya dan mana ulama suu yang menyesatkan umat.

Maka, carilah ulama yang dibenci oleh orang-orang kafir dan orang-orang munafik, jadikanlah dia sebagai ulama yang membimbingmu, dan jauhilah ulama yang dekat dengan orang kafir dan munafik karena ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari keridhoan Allah” .

Semoga pesan dari  Imam Syafi’i ini cukup untuk membuka mata dan hati kita. Agar tidak mudah terperdaya oleh manusia-manusia yang berpenampilan ulama namun, begitu jauh dari kebenaran Alquran.[MO/ge]

Posting Komentar