Oleh: Rheiva Putri R Sanusi
(Alumni SMAN 1 Rancaekek)

Mediaoposisi.com-Seperti yang kita ketahui di tanggal 2 Desember 2018 kemarin, telah terjadi peristiwa yang sangat luar biasa, yang MasyaAllah bisa menyatukan lebih dari 13 juta umat muslim untuk membela agamanya, apalagi kalau bukan acara Aksi Bela Tauhid - Reuni 212 di Monas, Jakarta.

Acara ini tak hanya mendapatkan dukungan dari umat muslim Indonesia tapi umat muslim dari berbagai negara pun ikut mendukung. Acara ini terselenggara setelah terjadi penistaan agama oleh oknum yang dengan sengaja membakar bendera kebanggaan umat muslim Ar-Rayah.
Yang banyak di perbincangkan bahwa bendera tersebut adalah bendera salah satu ormas Islam yaitu HTI, namun HTI tetap memberikan pemahaman bahwa itu bukanlah bendera mereka namun itu adalah bendera/Panji Rasulullah.

Banyak yang mengira bahwa yang akan menentang perbuatan tersebut hanya HTI saja, namun tak disangka semua umat muslim marah akan perbuatan tersebut. Semua umat muslim satu suara bahwa perbuatan tersebut adalah bentuk penistaan agama. Dan satu lagi mereka sama sama paham bahwa itu adalah Panji Rasulullah bukan bendera HTI. Karena satu suara itulah umat muslim berbondong-bondong datang ke Monas untuk berkontribusi memberikan pembelaan terhadap agamanya.

Bisa terlihat jelas bahwa kalimat tauhid ini adalah identitas seorang muslim, kalimat ini menjadi pengikat persatuan seluruh kaum muslimin, tak hanya kalimat saja tapi termasuk bendera Tauhid juga.

Memang Islam-lah satu-satunya agama dan sistem yang dapat menyatukan seluruh umat. Ketika satu saja ajaran Islam yaitu Kalimat Tauhid dan Panji Rasulullah yang umat muslim sama pemahamannya, ini memberikan efek yang begitu luar biasa. Apalagi jika seluruh ajaran Islam ini, seluruh umat muslim satu pemahaman dan mau untuk menerapkan seluruhnya, mungkin tak hanya persatuan yang tercipta tapi kesejahteraan dan perdamaian pun akan terwujud.[MO/ge]

Posting Komentar