Oleh :Imas Nurhayati

Mediaoposisi.com-Masih lekat dalam ingatan, bendera dengan lafadz tauhid dibakar oleh oknum anggota Banser di Garut beberapa waktu lalu. Aksi pembakaran ini menimbulkan reaksi pembelaan yang luar biasa dari umat Islam. Salah satu nya diwujudkan dengan berbagai Aksi Bela Tauhid disejumlah daerah. Puncaknya, aksi ini bertemu dengan "Reuni 212" pada tanggal 2 Desember lalu, sebagai peringatan momentum besar persatuan umat Islam di Indonesia.

Laa Ilaaha Illallaah Muhammad Rasulullaah adalah kalimat yang mempersatukan umat Islam. Tanpa melihat lagi keanekaragaman bahasa, warna kulit, kebangsaan ataupun madzhab dan paham yang ada ditengah umat Islam. Allah SWT berfirman:

"Berpegang teguhlah kalian semua pada tali (agama) Allaah dan janganlah bercerai berai." (TQS Ali Imran : 103).

Ayat diatas dengan jelas memerintahkan umat Islam untuk bersatu dan melarang mereka untuk berpecah belah. Hal ini merupakan konsekuensi dari tauhid sebagai simbol pemersatu umat.
Islam adalah agama yang dibangun berlandaskan tauhid. Kalimat tauhid pertama yang disampaikan kepada umat manusia oleh Nabi Saw adalah ajakan mengEsakan Allah swt dan mengakui dirinya sebagai utusan Allah.

Mentauhidkan Allah bukan semata mengakui Dia sebagai Maha Pencipta, tetapi mengEsakan Allah swt dalam arti hanya Allah swt satu-satunya yang wajib di sembah, bukan yang lain. Ketaatan pada hukum Allah swt adalah refleksi tauhid seorang muslim, yang tidak akan menjadikan syariah Islam sebagai perkara yang boleh dipilih sesuka hati dan memahami bahwa melaksanakan Syariah Islam adalah kewajiban serta akan menjauhkan diri dari sikap sombong dan meremehkan hukum-hukum Allah.

Pantang bagi seorang Muslim membanggakan sistem demokrasi dan kapitalisme yang notabene lahir dari hawa nafsu manusia. Jika ia mengklaim bertauhid, maka tak ada hukum atau aturan yang wajib ia laksanakan selain aturan-aturan Allah swt atau Syariah Islam secara kaffah. Karena itu, Aksi Bela Tauhid 212 mesti menjadi momentum untuk memperkuat kembali persatuan umat Islam. Persatuan yang akan membangkitkan umat. Dengan itu umat Islam kembali menjadi umat yang terbaik, yang memimpin umat manusia yang kini berada dalam kehancuran multidimensi.[MO/sr]

Posting Komentar