Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Hehehe, ada ada saja partai yang satu ini, sering bikin sensasi. Tadinya tolak Perda syariah, tolak poligami, eh sekarang bikin sensasi balihonya ditolak Pemprov DKI.

Donasi Save Muslim Uighur

Adalah wajah Tsamara Amany, yang ngaku partai kaum milenial balihonya disegel, mau ngedumel juga tetap disegel.

Partai bau kencur ini, yang usianya belum seumur jagung, belum pernah panen aleg di Senayan tapi luar biasa penentangannya kepada umat Islam. Lucu juga, syariat ditentang tapi di beberapa tempat fotonya pake kerudung. Apa ini yang namanya pencitraan ?

Saya bisa membayangkan betapa sakitnya punya baliho disegel : sakitnya tuh disini. Pasti, akan banyak praduga : dari tudingan ilegal, tidak bayar retribusi ke Pemprov, sampai mungkin yang paling menyakitkan belum pernah punya pengalaman politik, bahkan untuk teknis memasang baliho.

Klo Demokrat baliho di rusak bisa menuai simpati publik, tapi kasus segel baliho PSI justru menghibur publik. Ada-ada saja partai satu ini.

Berpolitik itu butuh pengalaman, hingga yang sepele teknis pasang baliho. Di beberapa manuver, PSI sering mengangkangi banyak tokoh dan partai senior, seolah yang punya Republik saja.

Dilingkaran koalisi Jokowi, PSI juga paling didepan seolah punya peran. Ingat saat daftar capres di KPU, PSI dan perindo ditolak KPU sebagai partai pengusung pasangan capres. Secara gitu, kedua partai ini belum punya bekal di pemilu 2014.

Pada beberapa isu sensitif justru PSI dianggap membebani Jokowi. Sikap PSI yang terbuka terkait poligami, penolakan Perda syariah, dan terakhir instruksi ucapan Natal, justru membuat publik semakin antipati tidak saja pada Jokowi tetapi juga pada PSI.

Wajar saja PKB dan PPP jadi sewot. Karena kedua partai ini sibuk ngalap Jokowi agar tetap moncer citra Islami, eh...ujug ujug PSI datang bawa isu kontra Islam. Kan jadi kerjaan dua Kali ?

Langkah PSI kontradiktif dengan usaha serius TKN Jokowi untuk mencitrakan Jokowi Islami. PSI justru menarik Jokowi pada rel liberalisme, hedonisme, dan serba kontra Islam.

Mungkin memang itu visi sejatinya, anti Islam. Solideritas itu kedok saja. Buktinya, muslim Uighur dibantai PSI tidak satupun mengeluarkan kata untuk ungkapkan solideritas atas tragedi kemanusiaan.

Sekali lagi, saya ikut berempati atas musibah yang dialami PSI. Serius, saya turut merasakan. Rasanya sungguh sakit, sakitnya tuh disini. [MO/ge]

Posting Komentar