Oleh : Vega Rahmatika Fahra 
(KORDA MUSLIMAH KARIM PADANG)

Mediaoposisi.com-Kelompok paduan suara mahasiswa IAIN Salatiga membawakan lagu Day by Day dalam perayaan paskah di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sidomukti, Salatiga. (DetikNews, 2/4/2018)

25 Desember adalah hari raya agama kristen, banyak ucapan selamat natal dan atribut natal yang terlihat dimana mana.

Tapi ternyata yang mengucapkan natal dan yang ikut perayaan natal tidak hanya yang beragama kristen, tetapi juga kaum muslimin yang beragama Islam, dengan dalil toleransi dan kerukunan umat beragama, sehingga banyak yang menyimpulkan bahwa yang menolak perayaan dan tidak mengucapkan natal adalah orang yang tidak toleran dan tidak mau rukun dengan umat beragama lain.

Seorang muslim tidak boleh mengucapkan selamat kepada umat nasrani atas hari raya mereka karena hal ini sama saja dengan meridhai agama mereka dan juga berarti tolong-menolong dalam perbuatan dosa, padahal Allah telah melarang kita dari hal itu:
Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
(QS Al Maidah: 2)

Kaum muslimin seharusnya harus mewaspadai seruan-seruan untuk merayakan atau mengucapkan selamat Natal, sebab dibalik seruan-seruan itu ada bahaya fatal yang bisa mengancam aqidah umat Islam.

Seruan berpartisipasi dalam perayaan Natal, tidak lain adalah kampanye ide pluralisme yang mengajarkan kebenaran semua agama. Menurut paham pluralisme, tidak ada kebenaran mutlak. Semua agama dianggap benar. Itu berarti, umat muslim harus menerima kebenaran ajaran umat lain, termasuk menerima paham trinitas dan ketuhanan Yesus.

Seruan itu juga merupakan propaganda sinkretisme, pencampuradukan ajaran agama-agama. Spirit sinkretisme adalah mengkompromikan hal-hal yang bertentangan. Dalam konteks Natal bersama dan tahun baru, sinkretisme tampak jelas dalam seruan berpartisipasi merayakan Natal dan tahun baru, termasuk mengucapkan selamat Natal. Padahal dalam Islam batasan iman dan kafir, batasan halal dan haram adalah sangat jelas. Tidak boleh dikompromikan!

Paham pluralisme dan ajaran sinkretisme adalah paham yang sesat. Kaum Muslimin haram mengambil dan menyerukannya. Allah SWT telah menetapkan bahwa satu-satunya agama yang Dia ridhai dan benar adalah Islam. Selain Islam tidak Allah ridhai dan merupakan agama yang batil.

Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”. (TQS Ali Imran [3]: 85).

Wahai kaum muslimin
Allah telah menyempurnakan agama Islam dan tidak ada satupun amal ibadahpun yang belum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada umatnya. Maka tidak ada lagi syari’at dalam Islam selain yang telah Allah wahyukan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada lagi syari’at dalam Islam selain yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan pada kita.

Ikutilah apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tuntunkan kepada kita, janganlah engkau meniru-niru orang kafir dalam ciri khas mereka. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari kaum tersebut (Hadits dari Ibnu ‘Umar dengan sanad yang bagus).

Sungguh berbahaya jika saat ini umat Islam diseru untuk menggadaikan akidahnya dengan dalih toleransi dan kerukunan umat beragama. Ini semua terjadi karena hukum Allah sudah dicampakkan dan dipakai aturan manusia, sehingga tidak ada lagi kekuasaan negara Islam (Khilafah) yang akan melindungi aqidah umat ini.

Ketika negara Islam berjaya selama kurang lebih 14 abad, umat dapat hidup damai dan tentram dalam keberagaman dan kemajemukan, meskipun beda agama, suku,ras, karena negara menjamin non muslim sebagai ahlu dzimmah sehingga mereka tidak boleh didzolimi.

Namun dalam perkara aqidah, Islam dengan tegas menyatakan bahwa agama mereka adalah kafir.

Oleh karena itu kaum muslim haram mengucapkan selamat natal apalagi merayakannya. [MO/RE]

Posting Komentar