Oleh :Nadia Fakhrunnisa 


Pelajar

Mediaoposisi.com- Kebahagiaan Salah Kaprah, Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan bahagia? Apakah bahagia itu hadir ketika kita memiliki harta yang banyak? Wajah indah nan cantik? Atau mungkin bahagia itu adalah ketika kita dapat dikenal dan dikagumi oleh banyak orang?.

Tentu saja banyak sekali orang diluar sana yang begitu mendambakan perkara-perkara semisal itu terealisasi dalam hidupnya. Bagi mereka, kebahagiaan hanya diukur dari segi fisik, eksistensi, dan materi semata. Yang tak lain ketiganya merupakan hal yang bersifat duniawi.

Mungkin mereka lupa, bahwa hal bersifat duniawi itu memiliki tempo sementara, yang cepat atau lambat pasti akan sirna. Mereka yang hidungnya pesek, berlomba-lomba melakukan filler hidung supaya terlihat mancung, bahkan rela melakukan operasi plastik agar wajahnya terlihat sempurna.

Mereka yang ingin kaya, juga tak segan melakukan apapun demi mendapatkan materi yang berlimpah, bahkan melalui jalan yang diharamkan Allah SWT.  Naudzubillaahi min dzaalik. Itu semua terjadi, tak lain ialah disebabkan oleh keminiman wujud rasa syukur yang mereka miliki, sehingga mereka selalu merasa kurang bahkan tidak terima atas karunia yang telah Allah berikan. Padahal ternyata, bersyukur merupakan salah satu jalan bagi seorang muslim untuk menggapai kebahagiaannya.

Hakikat Rasa Syukur
Secara garis besar, bersyukur adalah ketika kita dapat menerima dengan lapang dada atas segala yang telah Allah tetapkan tanpa mengeluh sedikitpun. Baik dari segi fisik, materi, keluarga, dan lain sebagainya. Sebagai seorang muslim, rasa syukur ini penting sekali untuk kita miliki.

Dengan bersyukur, kita akan senantiasa merasakan kasih sayang Allah SWT. kapanpun dan dimanapun. Apapun yang Allah limpahkan, akan selalu kita nilai sebagai wujud kemurahan-Nya. Dan sebaliknya, jika jauh dari rasa syukur, kita akan selalu merasa kurang dengan apa yang Allah karuniakan.

Bahkan bisa pula mengantarkan kita menuju gerbang kedengkian, sehingga membuat kita berpikir bahwa Allah tidak adil. Nah, jika sudah seperti itu, jelas sekali hidup kita akan jauh dari kebahagiaan.

Allah SWT berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya azabku amatlah pedih” (TQS.Ibrahim:7).

Penggalan ayat diatas menjelaskan tentang ganjaran berupa kenikmatan yang bertambah selama kita bersyukur terhadap apa yang telah Allah limpahkan dan takdirkan. Allah tidak akan segan melimpahkan kenikmatan berkali-kali lipat bagi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur, dan Allah akan menghukum mereka yang mengingkari nikmat-Nya, dengan azab yang sangat pedih. Oleh karena itu, marilah kita coba untuk menyelimuti hati kita dengan bongkahan rasa syukur.

2 Jurus Jitu Meraih Kebahagiaan Dengan Bersyukur

Lalu, bagaimana agar kita pandai untuk bersyukur? Berikut ada 2 jurus jitu untuk meraih kebahagiaan dengan bersyukur.

Berprasangka baik terhadap Allah SWT, Jika kita mendapatkan perkara yang baik dan bersyukur atas itu, maka hal baik tersebut inshaa Allah akan senantiasa terjaga dengan penuh keberkahan. Begitu pula jika kita ditimpa perkara buruk ataupun hal yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, jangan sampai membuat kita lupa akan pentingnya syukur.

Tetap curahkan rasa syukur itu melalui cara lain, yakni dengan bersabar dan bertawakal. Berhusnudzan kepada-Nya merupakan jalan terbaik. Anggap bahwa segala perkara tersebut adalah ujian yang Allah berikan untuk meningkatkan derajat keimanan kita disisi-Nya, dan kelak akan Allah ganti dengan yang lebih baik. Percayalah bahwa semua akan indah pada waktunya. Allah SWT berfirman yang artinya :

Sesungguhnya setelah kesulitan terdapat kemudahan” (TQS.Al-Insyirah: 5).

Dalam ayat lain juga, Allah berfirman: “Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal sesungguhnya itu buruk bagimu. Allah Maha mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (TQS.Al-Baqarah: 216).

Seperti yang dijelaskan pada penggalan ayat kedua tadi, kita harus selalu mengingat bahwasanya apa yang baik bagi kita selaku manusia, belum tentu baik bagi Allah. Dan apa yang ternilai buruk dihadapan kita, belum tentu buruk pula di mata-Nya. Jika kita selalu memandang apa yang Allah beri dari segi positifnya, tentu jiwa kita akan selalu merasa tentram, sekalipun ada serpihan masalah yang mengguncang.

Selalu Melihat Kebawah
Cara paling ampuh untuk meningkatkan kualitas rasa syukur kita adalah merenungi segala kemurah hatian Allah SWT. dengan senantiasa melihat kebawah. Dalam artian, kita harus senantiasa memandang kepada mereka yang hidupnya tak lebih baik dari kita.

Bersyukurlah, karena kita memiliki anggota tubuh yang lengkap dan berfungsi dengan normal, karena banyak diantara saudara-saudara kita yang terlahir dengan tubuh cacat. Bersyukurlah, karena kita masih dapat merasakan tidur diatas kasur yang layak, tinggal di rumah yang nyaman, makan secara teratur.

Sementara, banyak diantara mereka yang tidak memiliki tempat bernaung. Tidur seadanya, beralaskan bumi beratapkan langit, dan makan hanya satu kali dalam sehari, bahkan terkadang tidak sama sekali. Namun lihatlah, mereka justru terlihat lebih kuat dan tegar dalam menjalani hidup, meskipun terjerat dalam keadaan yang serba kurang.

Padahal jika kita mau membuka mata hati kita, tentu saja kita berkali-kali lipat jauh lebih beruntung jika dibandingkan dengan mereka.

Jika kita resapi lebih dalam, masih banyak sekali perkara lain yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur bagi kita atas kasih sayang yang telah Allah curahkan. Renungi dan sadari. Dengan cara seperti itu, insya Allah kebahagiaan dalam bersyukur akan senantiasa kita raih. Dan satu hal yang perlu kita ingat kembali, bahwa tiada kebahagiaan hakiki selain mendapatkan ridha dari Allah SWT.[MO/ge]


Posting Komentar