Oleh : Nursyam
(anggota MT Khairunnisa bal-tim)

Mediaoposisi.com-Anakku sayang tumbulah engkau raih cita-citamu,tumbuhlah menjadi kebang-gaan bagi semua, kata-kata inilah yang sering di ucapkan oleh para orang tua terhadapa anak-anaknya yang memiliki pengharapan besar kepada putra dan putri mereka agar kelak menjadi anak-anak yang baik taat atas perintah agama patuh terhadap kedua orang tua serta menjadi kebanggaan bagi negara.

Tetapi sepertinya harapan hanya tinggal harapan melihan anak-anak sekarang yang tumbuh di era tehnologi cangggih dimana sebagian besar anak-anak belum bisa menahan diri dari terbawa 0leh derasnya arus digitalisasi yang merusak masa depan mereka.

Adanya razia yang di dilakukan oleh menkumham dan satpol PP di mena mendapati bayaknya warnet yang ramai di kunjungi pada malam hari oleh anak-anak usia sekolah untuk bermain judi online membuktikn bahwa masih banyanya generasi yang terpapar dan kecanduan games online sehingga kadis dikbdpun menhimbau para orang tua agar lebih meninggkatkan lagi pengawasan terhadap anak.

Bentuk kepedulian sebagai pemangku kebijakan yang telah melakukukan razia di sejumlah wilayah Balikpapan memang  patut di apresiasi,tetapi dengan melakukan razia saja tidak akan mampu memberikan efek signifikan sebab. Arus digitalisasi yang merusak ini merupakan judi online yang mendunia melalui jalur internet, dan razia hanyalah berupa betuk peringatan kepada individu saja tetapi tidak memutus mata rantai perjudian onlene yang ada saat iniquitous.

bahkan perwali yang diberikanpun tidak bisa memberikan solusi tuntas atas masalah ini karna satu-satunya cara yang efektif adalah dengan menutup semua situs-situs yang baehubungan dengan  perjudian  online,peran orang tua untuk meninggatkan lagi pengawasan terhadap anakpun tidak memberi perubahan besar karna hakikatnya manusia adalah mahluk sosial yang pasti akan bergaul dengan orang lain.

untuk menyelamatkan generasi dari arus digitalisa yang rusak ini membutuhkan sinergi.pertama :orang tua harus menjalankan fungsinya sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya dengan pemahaman islam yang telah memberikan aturan dalam menjalankan seluruh aspek kehidupan serta menamkan aqidah yang benar kepada anak agar memehami bahwa setiap perbuatan yang di lakukan terikat dengan hukum syariat Allah SWT.

kedua: masyarakat harus bisa memberi edukasi untuk mencerdaskan anak dan senantiasa ber amar maruf nahi mungkar untuk mencegah semua bentuk kegiatan yang tidak baik.

ketiga: yang menanggung peran paling besar dalam menangani hal ini adalah Negara karna untuk menghentikan para remaja untuk bermain judi online adalah dengan memutus mata rantai arus digitalisasi yang rusak, Negara seharusnya mengambil tindakan tegas atas hal ini mengingat generasi saat ini adalah harapan besar untuk membangun bangasa di masa depan.

satu-satunya sulusi untuk menyelesaikan permasalaha ini adalah dengan kembali menerapakan aturan islam karna hanya islamlah yang memiliki perturan yang sempurna dalam mengatur seluruh aspek kehidupan serta memberikansnksi yang tegas terhadap pelaku bisnis judi online yang memanfaatkan digitalisai sebagai cara untuk meraih pundi-pundi rupiah tanpa memikirkan dapak kerusakan kepada generasi muda.[MO/ge]

Posting Komentar