Oleh : Siti Nurfauziyah
Cileunyi Bandung

Mediaoposisi.com-Captain America, Iron man, Spiderman, Superman, Batman dan masih banyak lagi karakter superhero yang di idolakan anak-anak. Setiap masa pasti ada sosok pahlawan yang jadi idola. Mungkin kalo jamannya orang tua nenek atau kakek kita Gatot Kaca yang saking hebatnya sampe bergelar otot kawat tulang besi. Widdiiih,,,

Emang banyak anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun mengidolakan sosok superhero. Karena sosok superhero tersebut begitu baik dan punya kehebatan yang mumpuni. Sampe-sampe saking ngefansnya ada loh oramg yang sampe niru gaya, dari mulai kostum yang dipakai bahkan sampai ada yang rela ngeluarin uang banyak untuk merubah wajah supaya mirip sosok pahlawan idolanya.

Hero atau pahlawan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, pejuang yang gagah berani.
Makanya kata pahlawan nggak selalu dipakai untuk mereka-mereka yang berjuang di medan perang saja. Misalnya kita sering mendengar istilah pahlawan tanpa tanda jasa sebagai sebutan bagi seorang guru dimana mereka juga berjuang mendidik generasi.

Bahkan kita juga suka menyebut orang-orang yang berjasa didalam kehiduopan kita dengan sebutan "pahlawan" misalnya kepada ibu yang telah begitu berjasa dari mulai mengandung, mrlahirkan, mengasuh, bahkan mendidik kita. Kepada ayah yang begitu berjasa sebagai pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab tentu ikut mendidik kita.

Teman, sedari kita Sekolah Dasar ibu dan bapa guru mengajarkan tentang bagaimana perjuangan para pahlawan dalam membela kebenaran, melawan ketidakadilan bahkan melawan penjajahan. Sebut saja Pangeran Diponegoro yang terkenal karena memimpin perang Sabil, perang melawan penjajah Belanda di tanah Jawa.

Semangat Pangeran Diponegoro berkobar karena perjuangannya didukung tokoh-tokoh agama yang menginginkan tanah Jawa dipimpin oleh pemimpin mendasarkan yang hukumnya pada Syariat Islam. Ada lagi  Tuanku Imam Bonjol hingga bung Tomo.

Secara fitrah, manusia diciptakan oleh Allah memiliki gharizatul baqa yaitu naluri untuk memperta-hankan diri, keluarga, termasuk wilayah tempat kita hidup dan tinggal. Maka enggak heran, dimana ada penjajahan pasti muncul para pejuang yang melawan penjajahan tersebut, bahkan mereka berjuang sampai titik darah penghabisan.

Setiap manusia pada hakikatnya memiliki dorongan atau motivasi dari apa yang diperbuatnya. Kalau remaja sekarang sering banget bilang "mager" alias males gerak, itu artinya remaja tersebut tidak ada dorongan motivasi dalam perbuatannya. Jangankan berjuang mati-matian, sekedar bergerak melakukan aktivitas berfaedah aja males.

But, kamu yang lagi baca ini Insya Allah ngga akan mengidap penyakit "mager" ini. Karna apa? Karna kita paham kalau sekecil apapun yang kita lakukan akan bernilai ibadah jika semuanya dilakukan karena Allah dan caranya benar. Ok deh,  kita bahas emang apa aja sih yang bisa dijadiin motivasi.

Pertama, motivasi materi (al quwwah al madiyyah) maksudnya seseorang berbuat sesuatu karena didorong ingin mendapatkan  materi. Misalnya aja mereka yang berperang ingin mendapatkan harta kekayaan. Atau kamu misalnya yang kalo belajar karna ingin dapat nilai bagus semata.

Tapi yah.. yang namanya materi ngga selamanya bisa dijadiin motivasi dalam berbuat karna seandainya kita ngga mendapatkan yang kita inginkan kecewa mendalam dan ngga mau lagi untuk berbuat bisa jadi back to "mager".

Kedua, motivasi moral atau emosional (al quwwah al ma'nawiyyah) kalau yang ini ketika perbuatan yang kita lakukan didorong oleh pengaruh emosional atau psikologis. Misalnya perlawanan seseorang karena merasa ditindas, didzolimi, atau wilayah tempat tinggalnya dirampas. Atau misalnya kamu nih, yang semangat belajar karena merasa dilecehkan atau dibully akhirnya kamu belajar tekun untuk membuktikan kalau kamu bisa berprestasi.

Tapi lagi lagi, motivasi emosional juga tidaklah kuat dijadikan sandaran motivasi, karena namanya emosi atau psikologis bisa berubah-ubah. Ketiga, motivasi spiritual (al quwwah ar ruhiyah) motivasi ini lahir dari keyakinan dan kesadaran diri menjadi sebagai seorang hamba Allah yang menyandarkan segala perbuatannya pada perintah dan larangan-Nya. Motivasi ini adalah motivasi seumur hidup selama keimanan kepada Allah masih terpatri kuat didalam diri.

Inilah motivasi terkuat dan konstan yang bisa mengalahkan dua motivasi sebelumnya. Misalnya seperti kamu, kalau Allah dan pahala dan surga Allah kamu jadikan motivasi maka nilai bagus dan pengakuan sebagai anak berprestasi itu hanya bonus. Seandainya nilai dan pengakuan ngga kamu dapatkan, semangat belajar kamu tetap akan membara.

Kembali bicara soal pahlawan, kita harus cermat ya Teman dalam menentukan apakah seseorang itu layak disematkan gelar pahlawan atau tidak. Kamu pernah mendengar nama Mustafa Kemal Attaturk? Ada sebagian kalangan yang menganggapnya pahlawan, padahal Mustafa adalah seorang Yahudi yang menyamar menjadi seorang muslim untuk menghancurkan Daulah Utsmani di Turki.

Setelah Daulah Islam Utsmani dihancurkan, Mustafa Kemal langsung memimpin Turki dan mensekulerkan serta meliberalkan Turki seperti dihapuskannya nilai-nilai dan simbol-simbol Islam. Dilarangnya adzan, para wanita dilarang mengenakan hijab. Di akhir kisah hidup Mustafa Kemal pun sangat mengerikan.

So, clear ya.. sebagai seorang remaja muslim kita harus melek sejarah yang benar terlebih sejarah Islam. Apa yang tertuang di sepanjang peradabannya, Islam telah begitu banyak memberikan khasanah yang luar biasa, dimana kita jadi tahu dan paham bagaimana Islam pertama kali datang dan didakwahkan oleh Rasulullah saw.

tegaknya Negara Islam yang berawal dari Madinah lalu meluas menguasai 2/3 dunia, kemudian kitapun akan mengerti apa yang menyebabkan Islam dengan institusinya melemah dan sampai akhirnya hancur menjadi kurang lebih 50 negara kecil. Berhentikah kita? TIDAK. Selanjutnya tugas dan kewajiban kitalah untuk menjemput bisyarah (kabar gembira) dari Allah dan RasulNya bahwa Islam akan kembali tegak dan kaum muslim akan bersatu. Dengan apa? Tentu dengan berjuang melalui ngaji dan dakwah kepada Islam sesuai tuntunan Al-quran dan Sunnah. Allahu Akbar!! [MO]

Posting Komentar