Oleh : Winda Sari (Mahasiswi)

Mediaoposisi.com-Muslim pasti tahu, mu’jizat terbesar Rasulullah Muhammad SAW adalah Al Quran. Bahkan Rasul pernah bersabda :

“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara . Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya selagi kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitab Allah (Alquran) dan sunah Rasul.” (HR Malik, Muslim dan Ash-hab al-Sunan)

Begitulah sabda Rasulullah Muhammad SAW. Al Quran merupkan kitab suci ummat muslim, mulia, dan penuh makna. Al Quran mulia karena kedudukannya itu sebagai penyempurna kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran, selain itu bahasanya pun sangat indah dan bisa membuat gemetar bila mendengar bacaan ayat-ayat Al Quran.

Al Quran itu juga penuh makna, di dalamnya ada kabar gembira dan juga siksa. Kabar gembira ini tentunya adalah syurga, dan siksanya adalah neraka. Bagi orang-orang yang beriman, tentu akan menjadikan Al Quran sebagai pegangan mereka, karena apabila kita benar-benar berpegang teguh pada ayat-ayat Allah, niscaya akan selamat dunia dan akhirat.

Al  Quran itu kitab yang sempurna, tidak ada keraguan di dalamnya. Siapapun yang membaca pasti akan jatuh cinta pada ayat-ayat Nya, sebab bila sekali saja baca Al Quran, ada rasa tidak ingin berhenti membacanya walaupun suara mulai serak.

Para shahabat dulu sangat memegang erat ayat-ayat Al Quran. Bahkan pernah dikisahkan shahabat Abu Bakar Shiddiq selalu menangis ketika membaca Al Quran. Tapi, hal ini jarang sekali ditemui saat ini. banyak manusia mengaku Islami tapi takut pada kitab sendiri. Al Quran yang seharusnya menjadi pedoman hidup kini sudah tak terpakai lagi dan tergantikan oleh peraturan semu duniawi.

Tak heran jika banyak yang melanggar hukum islam, menyepelekan islam, bahkan menolak bila hukum-hukum islam diterapkan. Hukum-hukum islam itu pedoamannya dari Al Quran juga. Sayangnya, fenomena saat ini banyak yang mau apabila disuruh baca Al Quran tapi menolak bila hukum Islam yang bersumber dari Al Quran diterapkan.

Padahal, jika berkaca pada masa lalu, jayanya islam itu bukan dari kemajuan teknologinya saja, di balik itu semua ada hukum-hukum yang menaungi, yaitu hukum-hukum islam yang bersumber pada Al Quran. Anehnya, sekarang ini justru orang-orang alergi dengan islam dan menganggap islam itu sumber masalah.

Mau hidup mulia dengan Al Quran atau hidup hina lantaran tidak mau apabila hukum islam diterapkan?

Semua orang pasti jawabannya mau hidup mulia. Tapi ketika benar-benar diajak untuk hidup mulia malah menolak. Perlu diingat, Al Quran bukan hanya sekedar dibaca, dimengerti maknanya tetapi juga diterapkan dalam kehidupan. Bagaimana cara menerapkannya? Semua ini tidak bisa kalau individu.

Kalaupun bisa secara individu, itu tidak akan merubah keadaan suatu kaum, hanya dirinya sendiri saja yang akan berubah, sedangkan yang lain tidak. Semua ini butuh institusi yang benar-benar berpegang teguh pada hukum-hukum islam yang berdasarkan Al Quran dan diterapkannya dalam kehidupan. Kehidupan yang dimaksud disini adalah kehidupan Negara, bukan kehidupan secara individu atau kelompok atau masyarakat tapi kehiduoan Negara.

Mengapa kehidupan Negara? Sebab, negaralah yang punya wewenang dalam menetapkan suatu hukum dan Negara tidak boleh sembarangan dalam menetapkan suatu hukum. Disinilah perlu adanya suatu sistem pemerintahan yang mampu menerapkan hukum-hukum islam yang berdasarkan pada Al Quran, yaitu Negara islam atau daulah islam.

Negara islam atau daulah islam bukan negara yang sembarangan, bukan pula negara pembebek atau follower, tapi negara islam ini adalaah negara adidaya nantinya. Kalau sekarang yang menjadi negara adidaya adalah AS dengan sistem dan ideology kapitalisme sekulernya, maka negara islam yang nantinya akan menjadi negara adidaya dengan hukum-hukum islam yang diterapkan yang bersumber pada Al Quran.

Untuk menjadi negara adidaya ini, perlu adanya sistem yang menggenggap erat hukum-hukum islam, yaitu sistem islam dan sistem islam ini akan selalu bergandengan dengan ideolody dan ideology yang diterapkan tentunya adalah ideology islam. Maka, disinilah khilafah alaa minhajin nubuwwah akan berdiri kokoh menjadi negara adidaya islam yang menerapkan hukum-hukum islam yang bersumber pada Al Quran. Allahu a’lam bish showab

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya" (QS An Nisa’ ayat 82)[MO/ge]

Posting Komentar