Oleh: Kurnia Asih Agostin


Mediaoposisi.com-Ahad, 2 Desember 2018 Ummat Islam di seluruh Indonesia kembali berkumpul bersama di Monas Jakarta. Untuk yang ke sekian kalinya dalam rangka menunjukkan persatuan dan kekuatannya mereka berkumpul dari segala penjuru wilayah di Indonesia. Kali ini, mereka dari berbagai kalangan dan kelompok bersatu dengan tujuan yang sama yaitu meninggikan kalimat tauhid. Pembelaan atas Kalimat tauhid yang sempat di bakar oleh sekelompok orang belum lama ini.

Pada hari itu kalimat tauhid begitu berkibar di hati setiap orang. Semua yang hadir terlihat begitu bangga dan mencintai kalimat ini. Semua atribut yang di pakai bertulis kalimat yang agung ini. Topi, masker, bendera, dll semua berlafazh kalimat tauhid.

Kalimat Tauhid " Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah " ini sesungguhnya bermakna penghambaan total manusia kepada Illah (sembahan) yang sebenarnya. Melepaskan segala sembahan berwujud dunia dan kesenangannya. Dan penyerahan seluruh hidup dan matinya seorang makhluk hanya untuk sembahan yang sebenarnya yaitu Allah Azza wa Jalla.

Kecintaan pada kalimat tauhid juga berarti penyerahan total segala aturan hidup dan mati dengan Aturan Allah semata. Dengan rasa Ikhlas dan Ridha untuk di atur dengan aturan Allah dalam segala aspek kehidupan. Tidak adalagi tawar menawar, pilah pilih, tidak juga dengan rasa enggan dan malas menjadikan hukum Allah diatas segalanya. Semua seruan Allah di sambut dengan "Sami'na Wa atha'na...."

Kini semakin banyak orang yang bangga dengan bendera bertulisakan kalimat tauhid.Semakin banyak yang mencintai bendera tauhid.

Inilah pertanda semua menginginkan dan rindu untuk di atur dengan kalimat ini. Kalimat yang kita hidup dan mati dengannya.


Kemenangan islam semakin dekat. Kemenangan yang di tandai dengan bersatunya seluruh ummat islam di seluruh penjuru dunia di bawah kalimat ini dan mereka menginginkan islam tegak kembali.[MO/an]

Posting Komentar