Oleh : Fani Ratu Rahmani 
(Penggiat Media Sosial)

Mediaoposisi.com-Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, Polda Riau menyiagakan 940 personel untuk pengamanan. Langkah ini dilakukan melalui Operasi Lilin Muara Takus 2018 yang berlangsung selama 10 hari, sejak 23 Desember hingga 1 Januari mendatang.

Tidak hanya di Riau, Balikpapan pun berlaku demikian. Sebanyak 141 lokasi peribadatan umat Kristiani di Balikpapan dipastikan mendapat jaminan keamanan oleh kepolisian. Hal itu diungkapkan Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra, Selasa (18/12/2018). Adanya ormas dan masyarakat Muslim yang ikut membantu pengamanan sejumlah gereja di Balikpapan, ikut direspon oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto.

Adanya pengamanan ketat menjelang akhir tahun bukan tanpa sebab. Ini dinilai sebagai pengamanan akan terorisme. Polisi mulai mengawasi 'sel tidur' jaringan terorisme yang dianggap berpotensi menimbulkan serangan jelang penutupan tahun 2018. Kerja sama dengan sejumlah aparat penegak hukum digalang untuk mencegah potensi penyerangan. (Sumber : CNN)

Tentu menjadi pertanyaan bersama mengapa narasi terorisme kembali dimunculkan? Di tengah kondisi keterpurukan umat di bawah cengkraman ideologi Kapitalisme yang merusak, dan musibah yang silih berganti, justru ada upaya 'menakut-nakuti' masyarakat dengan berbagai isu teror yang ada.
Terlebih, terorisme senantiasa dikaitkan dengan umat Islam. Ancaman terorisme pada perayaan umat Nasrani dan semaraknya tahun baru dinilai peluang besar bagi para 'teroris' yang senantiasa disematkan pada umat Islam. Ini adalah upaya keji mengkaitkan Islam yang rahmatan lil'alamin sebagai agama yang jadi sumber dan pelaku teror.

Sejak Amerika mencetuskan War on Terorism (WoT) pada tahun 2001, sejak itulah narasi terorisme terus digencarkan. Indonesia yang merupakan bagian dari negara yang berserikat dalam PBB, tentu mesti menentukan sikap atas gagasan dan proyek barat ala Negara Adidaya.

Dalam lawatan Presiden Jokowi ke 4 negara Eropa, 19-23 April 2016, salah satu agenda kerjasama penting yang diemban Presiden adalah membangun kerjasama counter terrorism atau kerjasama menangkal terorisme. Negara yang masuk dalam daftar agenda kerjasama counter terrorism adalah Inggris dan Belanda. Jauh sebelumnya, Lembaga Pendidikan Polri dengan Dewan Eksekutif Akademi  Kepolisisan Belanda telah menandatangani  LoA  kerja sama pelatihan kepolisian pada tanggal 14 Desember 2012. ( Sumber : presidenri.go.id )

Melihat fakta di atas turut menunjukkan bahwa rezim saat ini sangat 'patuh' terhadap segala propaganda yang diaruskan oleh negara adidaya, dan menjadi 'ekor' dari mereka. Perpanjangan lisan-lisan dusta dan segala ide yang diemban oleh kafir barat.

Proyek WoT sejatinya adalah proyek barat untuk 'menyerang' umat Islam secara pemikiran yang berujung pada fisik. Upaya stigmatisasi negatif terus dilakukan untuk mencitrakan bahwa Islam identik dengan kekerasan. Padahal, itu sebuah hoax terbesar yang didesain negara adidaya dan diaruskan di negeri-negeri muslim.

Ini juga bagian untuk menghambat kebangkitan Islam di muka bumi. Kita tentu mengetahui bahwa peradaban Islam yang bertahan belasan abad merupakan mimpi buruk bagi dunia barat. Islam yang tegak sebagai sistem adalah musuh terbesar bagi kafir barat.

Ditegaskan pula dalam Al Qur'an dalam Surah Al Baqarah ayat 120, Allah berfirman :
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."

Sebagai umat Islam seharusnya menyadari betapa kafir barat terus melakukan beragam proyek secara massif dalam menjauhkan umat saat ini dari Islam politik. Upaya sekulerisasi akan terus dilakukan, dan untuk memperkokoh diri maka umat harus memahami standar yang jelas yakni syariat Islam. Berpegang teguh pada Kitabullah dan as Sunnah sehingga tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang ada. Wallahu'alam.[MO/sr]

Posting Komentar